oleh

Membangkan, Nurdin Ancam Pecat Cicang

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Di Takalar, Paket Bur-Nojeng Sudah Persiapan Deklarasi

RAKYAT SULSEL — KEBEKUAN di Partai Golkar Takalar, mulai mencair. Itu setelah DPP Partai Golkar mengutus orangnya datang ke Makassar mengumpulkan kader-kader Pilkada Bone dan Takalar yang terus berpolemik.
DPP Golkar mengutus langsung Ketua Bapilu wilayah Indonesia Timur, Nurdin Halid untuk menyelesaikan polemik yang ada. Sayangnya, dari empat kader yang diundang; Burhanuddin Baharuddin, Natsir Ibrahim, Andi Fahsar Padjalangi, dan Andi Irsan Galigo (Bone) di kediaman mantan Ketua PSSI di Jl Mapala, Kamis (31/5) kemarin, satu orang tak hadir. Andi Irsan Galigo tampaknya tak menggubris lagi elite Golkar itu. Pria yang kini tampil dengan tagline Andi Cicang (ACC) itu, bahkan tidak hadir dengan alasan tak jelas.
Ancaman pun terlontar. Putra mahkota Bupati Bone, Idris Galigo itu, di ujung tanduk. Tidak main-main, pemecatan bagi ACC jika mana memaksakan diri ikut pada Pilkada Bone dengan mengunakan kendaraan politik lain ataupun independen.
Nurdin mengecam, kalaupun nantinya ACC tetap nekat melakukan pendaftaran, secara otomatis DPP akan mengeluarkan surat pemecatan. “Kalau sudah terbukti dia mendaftar tanpa menggunakan Partai Golkar, kita akan pecat. Pemecatan ini sudah diatur dalam mekanisme partai,” tegasnya.
Jadi, sambungnya, kalau tidak mau dipecat sebagai kader Golkar, maka yang bersangkutan harus mengikuti instruksi partai; siap berpasangan dengan Andi Fahsar yang telah ditunjuk partai sebagai bakal calon bupati Bone periode 2013-2018.
“Banyak kader kok yang siap untuk maju di Pemilukada. Bukan cuma dirinya saja yang menjadi andalan di Golkar. Golkar ini partai besar dan memiliki puluhan kader yang siap membesarkan Golkar,”lugasnya.
Untuk itu, Nurdin meminta Idris Galigo sebagai Ketua DPD II Golkar Bone untuk tidak melakukan perlawanan. Caranya, mengarahkan kedua kader tersebut untuk akur dan menjadi pasangan.
Kalaupun nantinya mereka tidak mengindahkan apa yang diinstruksikan partai, tegs Nurdin, partai akan mengambil langkah tegas.
“Setelah saya ke Takalar, saya akan mengunjungi Bone untuk mempertemukan mereka. Kalau pun mendapatkan jalan buntu, apa boleh buat Irsan harus menerima konsekuensi partai,” ingatnya.
Terkait rekomendasi DPP Golkar di Kabupaten Takalar, Nurdin Halid kembali menegaskan, jika ada fungsionasir dan kader yang tidak memberikan dukungan kepada pasangan yang telah ditetapkan,–termasuk pada Pilgub, maka akan diberlakukan peraturan organisasi (PO) No 17 di mana kader yang melanggar harus mundur sebagai fungsionaris ataupun kader. “Kalau tidak, DPP yang akan memundurkan mereka. Partai tidak akan memandang bulu,”ancamnya.
Untuk penetapan calon usungan Partai Golkar di Kabupaten Takalar, kata Nurdin, itu berbeda dengan penetapan di kabupaten lain, karena biasanya DPP Partai Golkar melakukan dua kali penetapan. Yang pertama penetapan kepala daerah dulu, kemudian penetapan wakilnya. Dan untuk Takalar DPP langsung memutuskan keduanya.
“Burnanuddin dan Natsir itu dijodohkan oleh DPP, bukan saling melamar. Karena DPP memandang kedua kader ini merupakan kader terbaik di Kabupaten Takalar dan mereka tidak boleh bertarung tetapi harus disatukan,” ucapnya.
Rencananya, pekan depan DPP akan mencari waktu yang tepat untuk menyerahkan secara langsung Surat Keputusan (SK) tentang penetapan Burnanuddin Baharuddin dan Natsir Ibrahim sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Takalar periode 2012-2017. “Setelah SK tersebut diserahkan seluruh kader partai harus all out mendukung mereka di Kabupaten Takalar,” tegasnya.
Persoalan Takalar, lanjut Nurdin, itu sudah selesai. Tinggal mengatur waktu kapan deklarasi pasangan dengan menghadirkan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie.(RS1-RS6)

Komentar