oleh

Mahasiswa UT Belopa Unjukrasa, Terkait Penyelewengan Dana

Editor : rakyat-admin-HL-

Bendahara Mengaku Dihipnotis

ilustrasi

RAKYAT SULSEL – Ratusan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Pokja Padang Sappa, Kabupaten Luwu menggelar unjukrasa di kampus mereka, Kamis (31/5) kemarin. Aksi ini dilakukan terkait peyelewengan uang semester, oleh salah satu oknum pegawai universitas tersebut.
“Kami meminta agar pelaku mengembalikan uang kami dan kasus ini segera ditangani oleh aparat penegak hukum,” kata Ibrahim, perwakilan dari salah satu mahasiswa dalam orasinya.
Diketahui, ratusan mahasiswa UT menyetor uang semester sebesar Rp1.010.000 dengan rincian, Rp 1 juta untuk pembayaran SPP dan 10 ribu biaya administrasi.
Namun sebagian pembayaran mahasiswa ini tidak disetor bendahara kampus, Suratmi, ke bank. Akibatanya, sebanyak 36 mahasiswa UT tidak diperkenankan mengikuti ujian semester, meskipun sebanyak 35 mahasiswa UT tersebut memiliki bukti pembayaran berupa kwitansi yang distempel dan ditandatangani oleh bendahara tersebut.
“Kalau bendahara tidak memgembalikan uang kami dalam waktu tujuh hari, maka kasus ini akan kami laporkan ke polisi,” ancam salah satu mahasiswa.
Menanggapi hal itu, Suratmi mengatakan, dana tersebut dia tidak setor karena dihipnotis oleh seseorang melalaui telepon seluler.
“Waktu uang itu saya mau setor, saya dihipnotis dan mengambil semua uang yang ada di dalam tas saya,” kata Suratmi.
Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah Universitas Terbuka (UPTD-UT) Padang Sappa, Aspar, mengatakan, pihaknya tetap tidak dapat mengikutkan 36 mahasiswa tersebut ujian semester karena telah melewati batas waktu pembayaran.
“Satu-satunya solusi, yaitu mahasiswa ini akan diberikan waktu cuti selama satu semester karena untuk diikutkan ujian semster sudah tidak mungkin lagi,” ujar Aspar. (K6/dj/D)

Komentar