oleh

IAS Minta Bantuan SBY

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Lobi PKS Keluarkan Rekomendasi

RAKYAT SULSEL — UNTUK mendapatkan rekomendasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tidak main-main, Ilham Arief Sirajuddin langsung memanfaatkan orang nomor satu di Tanah Air, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melobi elit PKS di Jakarta.

Seperti diketahui, DPW PKS Sulsel sampai saat ini masih mengulur mengeluarkan rekomendasi Pilgub. Alasannya, domain rekomendasi ditentukan di tingkat pusat. DPW PKS Sulsel hanya mengusulkan empat nama bakal calon Gubernur Sulsel ke DPP, kemudian DPP yang memutuskan. Keempat nama Cagub PKS tersebut telah dikirimkan dan sementara dalam tahap pengkajian DPP. Empat berkas nama tersebut; Syahrul Yasin Limpo, Ilham Arief Sirajuddin, Rudiyanto Asapa, dan Ketua PKS Sulsel sendiri, Akmal Pasluddin.
Juru Bicara Partai Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal mengungkapkan, dua hari terakhir ini, Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin berada di Jakarta. Selama di Jakarta, IAS melakukan pertemuan dengan elit-elit partai besar serta tokoh-tokoh politik. Salah satunya dengan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat yang juga Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
“Pak Ilham datang menemui Pak SBY Rabu (30/5) malam. Beliau diterima di kediaman SBY di Cikeas,” terang Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal kepada Rakyat Sulsel, kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, sambung Ical, wali kota dua periode tersebut menyatakan bantuan kepada SBY yang berada di pusat agar dibantu melobi ke sejumlah elit partai untuk mengeluarkan rekomendasi, untuk berkoalisi pada Pilgub sulsel.
“Salah satu yang diungapkan Ilham kepada SBY, agar membantu melobi sejumlah elit di PKS untuk mengeluarkan rekomendasi berkoalisi dengan pasangan Ilham-Aziz (IA)” tambah Ketua PMI Makassar itu melalui telepon.
Bahkan, lanjut Ical, perkembangan terakhir peta politik yang ada di Bone dan Takalar tak luput dari perbincangan keduanya. “Intinya kesiapan Pilgub,” tandasnya.
Berikut petikan ‘Curhat’ Ilham ke Rakyat Sulsel selama 6 menit tentang pertemuannya dengan SBY, Rabu (30/5) malam di Cikeas, Bogor.
“Dua hari terakhir, saya berada di Jakarta. Rabu (30/5) malam saya bertemu SBY di Cikeas. Pertemuan khusus dengan SBY hanya melaporkan perkembangan seperti apa kondisi politik di Sulsel khususnya pemilihan gubernur mendatang.  Saya telah melaporkan semua terkait dinamika politik yang terjadi di Sulsel, karena Sulsel merupakan salah satu provinsi strategis. Olehnya itu SBY sangat mengapresiasi dan akan mendukung penuh saya untuk bisa mememnagkan Pilgub nanti.
SBY meminta kepada saya untuk meyakinkan kepada publik dan menutup semua celah yang telah di opinikan kepada Partai Demokrat. Ketika saya terpilih nanti menjadi Gubernur Sulsel, saya akan meluruskan stigma buruk itu. Olehnya, DPP Partai Demokrat akan all out untuk memenagkan pasangan IA di Sulsel.
Kita berharap target pemenangan kita di pemilihan umum 2014. saya juga sudah melaporkan seperti apa persiapaan Saya menghadapi Pilkada. Dan saya sudah jelasin semua mulai dari awal hingga sekarang.
Mengenai kendala, Saya juga melaporkan semuanya yang pernah kkita hadapai bersama tim. Termasuk dengan kasus pelemparan mobil di daerah tertentu, dimana sampai sekarang kami melihat tidak ada penanganan yang maksimal dari pihak kepolisian. Perlakuan seperti itu seharusnbya tidak boleh terjadi. Banyak kendala yang kita hadapi dan ada beberapa wilayah dimana kami mendapatkan penekanan, padahal semuai bukti-bukti telah lengkap tetapi kepolisian belum memproses secara maksimal.
Tiga bulan ini belum ada tindak lanjut. Kita tidak tahu seperti apa kepolisian, padahal ini sangat mudah dengan menarik benang merahnya, siapa di belakang dari aksi pelemparan dan kasus penghadangan wakil gubernur (Aziz Qahhar Mudzakkar, Red) untuk tidak melanjutkan khotbah Jumat. Solusinya SBY akan menelusuri persoalan ini sebagai Dewan Pembina Partai Demokrat dan menindaklanjuti untuk disampaikan ke instansi yang berkaitan”

*PKS Tidak Percaya
Sekretaris DPW PKS Amru Saher menanggapi dingin upaya yang dilakukan IAS melobi PKS. Menurut Amru, hal yang dilakukan IAS tidak mungkin, melihat banyaknya tugas seorang presiden dalam mengurus bangsa ini
“Saya juga tidak yakin SBY akan ikut andil dalam melobi elit partai di pusat untuk mendapatkan rekomendasi. Saya rasa SBY akan memerintahkan petinggi Partai Demokrat untu melobi, dan selama inikan PKS juga masih membuka ruang kepada siapa saja kandidat, karena PKS merupakan partai sejuta umat,”ucap Amru saat dihubungi Rakyat Sulsel, malam tadi.
Langkah yang diambil IAS, sambung Amru dengan melibatkan SBY, dirinya meyakini itu tidak akan dilakukan, melihat masalah Pilgub adalah masalah kecil. Tidak mungkin SBY seorang pemimpin mau turun tangan. “Yang jelas DPW PKS telah mengirim empat nama ke DPP, sisa DPP melihat siapa kandidat yang akan diusungnya,” tutupnya.
Terpisah, pengamat politik Unhas, Andi Haris menganggap langkah IAS adalah sebuah ketakutan yang  memunculkan beraga pertanyaan. “Apakah dia takut jika mana PKS tidak jadi koalisi dengan Demokrat di Pilgub akan datang,” ujarnya via seluler, malam tadi.
Hal ini, lanjut Haris, sangatlah keterlaluan, sehingga harus meminta bantuan presiden, dimana presiden memiliki tugas dan tanggung jawab yang cukup besar dalam mengurusi bangsa ini. “Kalau masalah Pilgub Sulsel kan tidak usah presiden dilibatkan meskipun SBY dewan pembina Partai Demokrat. Masak biar masalah Pilgub saja presiden disuruh turun tangan, ini kan menandakan Ilham memiliki rasa risau kalau PKS tidak jadi koalisinya. Kalau masalah Pilgub presdien turun tangan itu sangat jauh sekali,” paparnya.(RS6-RS1-RS9)

Komentar