oleh

Bisnis BPD Tergerus Bank-bank Umum

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis-
Perkembangan bisnis bank-bank pembangunan daerah (BPD) makin kalah bersaing dengan bank-bank umum yang kian perkasa.

RAKYAT SULSEL — Perkembangan bisnis bank-bank pembangunan daerah (BPD) makin kalah bersaing dengan bank-bank umum yang kian perkasa. Lalu apa yang menjadi permasalahannya?

“BPD kalah dari bank konvensional (bank umum) karena kurang SDM, infrastruktur yang minim di BPD,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman Hadad di Hotel Mandarin, Jakarta, Kamis (31/5).

Menurut Muliaman, Bank Indonesia tak tinggal diam melihat kenyataan ini. Beberapa langkah sudah dilakukan untuk mendorong perkembangan dari para BPD.

“Apa kebijakan pemerintah? pemerintah mendirikan sekolah BPD untuk meningkatkan SDM, pemerintah membangun IT secara bersama untuk membangun BPD. Sehingga terbentuk efisiensi untuk pembanguann bank nasional. Efisiensi pembangun bank nasional didukung kebijakan keungan yang inklusif yaitu kebijakan sedapat mungkin masyarakat masuk ke dalam sistem keuangan,” jelas Muliaman.

Ia menuturkan saat ini saja masih ada 40% penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta orang, yang belum masuk ke sistem keuangan. Bank Indonesia akan membuka akses untuk masyarakat yang belum tersentuh sistem keuangan.

“Apa yang dilakukan pemerintan bagaimana sistem keuangan inklusif ini berkembang, perlu sinergi, payung hukum yang jelas dan tidak ada agunan yang membuat akses tertutup sehingga harus ada taking over untuk membuka akses,” katanya.

Walaupun berdasarkan catatan Bank Indonesia Pangsa pasar BPD terhadap perbankan nasional di Desember 2005 sampai Oktober 2010 meningkat dari 7,2% menjadi 8,9% kemudian pangsa DPK dari 7,6% jadi 9,4% dan kredit dari 6,5% menjadi 8,5%. (dtf/una)

Komentar