oleh

Baliho Kandidat Semakin Semrawut

Editor : rakyat-admin-Wawancara-

RAKYAT SULSEL –– Saat ini, para kandidat yang ingin maju di pemilihan gubernur (pilgub) maupun pemilihan wali kota (Pilwali) Makassar kian gencar bersosialisasi ke masyarakat. Salah satu cara sosialisasi yang dinilai paling efektif adalah dengan pemasangan baliho dan spanduk.
Akibatnya, ‘perang’ antar kandidat pun tidak terhindarkan. Di hampir setiap sudut kota hingga pinggir kota, terpasang baliho dan spanduk para kandidat, bak seorang artis.
Seperti yang terlihat di ujung Jalan Borong Raya-Antang, belasan baliho terpasang di pertigaan. Bertumpuk-tumpuk. Akibatnya, tak terlihat adanya estetika. Sangat semrawut.
Ini baru di pinggiran kota. Di dalam kota, lebih ramai lagi. Baliho berukuran besar hingga spanduk-spanduk berukuran kecil terpampang di mana-mana.
Kadispenda Kota Makassar, Shabir L Ondo, mengatakan bahwa pemasangan baliho politik ini tidak dipungut biaya. Meski begitu, harus tetap memperhatikan estetika kota. “Jangan sampai mengganggu pemandangan kota,” katanya.
Dimungkinkan, karena gratis itulah maka para kandidat seenaknya saja memasang baliho di sembarang tempat. Namun hal ini ditampiknya. “Ini kan musiman saja, hanya karena kebetulan ada pemilihan Gubernur dan pemilihan walikota saja. Kita juga selalu turun ke lapangan dengan tim penertiban, dalam hal ini polisi pamong praja untuk melihat kalau memang baliho tersebut sudah lama maka akan kita turunkan,” tegasnya. (RS1-RS9/D)

Komentar