oleh

SYL: “Siapa Bilang, Suruh Muncul di Mukaku”

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Terkait Ada Kalangan yang ‘Kompori’ Bur-Nojeng
Dua Karaeng Bersatu Gelar Deklarasi di Takalar

RAKYAT SULSEL — Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel,  Syahrul Yasin Limpo, marah. Pemicu kemarahan SYL lantaran ada pihak-pihak yang ditengarai ingin ‘mengompori’ pasangan Golkar di Takalar.  Ya, kalangan tertentu itu disebut-sebut tak sudi jika Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim alias Nojeng berpasangan. Tak ayal, “sang komandan” pun berang.

“Siapa yang bilang kalau Bur-Nojeng tidak mau berpaket. Suruh muncul di mukaku sini. Yang bilang siapa, jangan berasumsi,” kata Syahrul dengan nada tinggi saat ditanya terkait adanya anggapan kalau Bur masih ragu berpaket dengan Nojeng, Rabu (30/5).

SYL menambahkan, berstrategi dan bertaktik dalam politik boleh-boleh saja. Tetapi, kepentingan yang lebih besar adalah rakyat. Jika ingin menjadi bupati, wakil bupati, gubernur, kepentingannya adalah rakyat. “Partai Golkar dalam posisi itu. Kepentingan rakyat adalah yang utama,” ujarnya.

Menurut Gubernur Sulsel ini, dia tidak melihat adanya masalah antara Bur dan Nojeng. Apalagi, keduanya sudah menandatangani kesepakatan dan komitmen terkait pemilukada Takalar. Karenanya, Syahrul pun merasa tidak perlu melakukan klarifikasi.

“Saya lihat tidak ada hal seperti itu, yang mana orangnya yang bilang begitu. Bahwa ada tawar-menawar, ada maju mundur, ya tentu saja ada. Normal-normal saja. Mereka sudah ketemu, sudah tandatangan dua-duanya. Saya tidak perlu mencari klarifikasi, tapi saya memegang yang mereka tandatangani berdua. Itu pegangan saya. Saya selalu pegang komitmen,” tegasnya.

Sementara, Nojeng yang datang ke kantor Gubernur Sulsel untuk menemui Syahrul, enggan berkomentar. Ia bahkan membatalkan agendanya bertemu Syahrul ketika melihat banyak wartawan. Ia pun memilih pulang. Padahal, sudah agak lama ia menunggu di ruang tunggu gubernur.

Bersatu Gelar Deklarasi

Keturunan karaeng “show of force” di deklarasi pasangan bupati dan wakil bupati Takalar 2013, Rabu (30/5). Dua karaeng yang bersatu dan siap merebut nakhoda di Takalar itu adalah A Makmur A Sadda dan A Nashar A Baso. Sebagai informasi, A Makmur A Sadda sebagai pencerminan rumpun Karaeng Polongbangkeng. Sementara A Nashar A Baso, dikenal sebagai rumpun Karaeng Galesong dan Gowa.

Selain rumpun karaeng,  kalangan birokrat, politisi, pengusaha dan aktivis LSM ikut hadir. Tak ketinggalan elite-elite Parpol juga tampak di tengah pasangan bertagline “AMAN” itu. Presiden PDK Sayuti Ashathtri bersama Pengurus Provinsi PDK Sulsel hadir langsung memberikan dukungan. Pengurus elite provinsi partai pendukung dari PPP Sulsel minus Ketua Ketua DPW Sulsel Amir Uskara, tampak hadir. Tak ketinggalan pengurus partai PKNU. Mereka kompak duduk di tribun VVIP lokasi acara digelar.

Dukungan juga datang dari kalangan pengusaha. Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnaen Arief dan Haerumy hamzah Tuppu, hadir. Sementara dari kalangan birokrat, Sekda Pangkep Anwar Recca serta calon Sekkot Makassar, Sittiara.

Orasi A Makmur A Sadda didampingi wakilnya A Nashar A Baso serta tiga ketua partai pengusung, masing-masing; Muh Yasin Limpo (PDK), H Achmad Sija (PKNU) dan H Nurdin (PPP) berlangsung dengan sedikit terbawa suasana emosional. Raut haru Wabup Takalar itu terlihat saat menyebut kehadiran nenek dan pamannya yang datang khusus dari Jakarta untuk mendukungnya. Kedua tokoh penting dalam genetika Karaeng Polongbangkeng tersebut adalah Ibunda Sekkab Takalar A Jen Syarif Rifai, Hj A Dalaulang Rifai (Istri A Achmad Rifai, mantan Gubernur Sulseltra) serta saudara Andi Jen. Namun,  sikap emosional tersebut dapat diredam dan orasi dengan sodoran program untuk Takalar pun diuraikan.

A Makmur dengan lugas menekankan lokasi deklarasi dipilih karena Palleko  mempunyai jejak sejarah gemilang. “Di Polongbangkeng, dua pahlawan nasional lahir dan menjadi milik bangsa. Sehingga, tempat ini menjadi sebuah keyakinan bahwa perjuangan memenangkan Pilbup Takalar akan kita raih,” ucap A Makmur disambut “Aman” oleh ribuan pendukungnya.

Tak lupa, A Makmur menyentil bosnya yang juga Bupati Takalar, Ibrahim Rewa. “Saya sabar selama ini. Padahal, kami sering dizalimi. Namun, komitmen sosok pejuang harus dijaga. Walaupun harus menjadi tumbal bagi rakyat Takalar,” terang A Makmur, lagi-lagi dengan aplaus dari pendukungnya.

Sentilan halus kepada pemerintahan yang menjabat, juga datang dari Ketua Tim Pemenangan, Said Pammusu. Ia mengatakan, sosok pemimpin itu harus bersih dari praktek korupsi. Juga, harus murah senyum. “Jangan pilih pemimpin yang baru belajar tersenyum,” sindirnya.

Said Pammusu menambahkan, seorang pemimpin agar selalu tersenyum dan merakyat.  “Pilihlah Puang-mu. Jangan pilih calon bupati yang biar tersenyum susah dan sedikit dower,”  ujar Said Pammusu membuat acara deklarasi kian semarak.

Akhir Orasi, Said menantang calon lain untuk bersaing sehat. “Jangan pilih calon partai yang baru mau diusung sudah gontok-gontokan. Sejak akhir tahun lalu, paket ini sudah jadi tapi belum ada penantang. Kita baru deklarasi karena partai lain sudah mulai berani bersaing. Saya tantang untuk bersaing sehat,” tandasnya.

Dukungan penuh terhadap paket ini  juga datang dari alumni Smansa Makassar tahun 1972, yang dipimpin langsung Adil Patu. Juga, keluarga besar Karaeng Polongbangkeng di Jakarta dan beberapa kota besar di Kalimanan. “Jejak sejarah masa lalu memberikan kita semangat untuk kembali berjuang agar Takalar adil, makmur, dan sejahtera. Langkah ini akan dicapai dengan memenangkan Pemilukada Takalar,” ujar Dedy Hasta, Manager Tim Campign Paket “AMAN”. (RS5-yos)

Komentar