oleh

PSM Keok Dalam Waktu 82 Menit

Editor : rakyat-admin-HL, Olahraga-

RAKYAT SULSEL — Arema Indonesia sukses menghentikan langkah PSM Makassar ke babak ketiga Piala Indonesia, setelah tim berjuluk Singo Edan ini menaklukkan tamunya itu pada leg kedua dengan skor 1-0 di Stadion Gajayana Malang, kemarin. Meski agregat dua tim sama 2-2, Arema dipastikan lolos ke babak selanjutnya setelah unggul gol tandang di kandang PSM.

Kemenangan ini, kata Pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, sebenarnya tidak wajar. Sebab pertandingan itu hanya berlangsung sekitar 82 menit saja. “Apabila dihitung, kita tadi hanya bermain sekitar 82 menit saja. Saya yakin dia tidak akan melakukan hal ini apabila kami yang dalam posisi unggul,” keluh Petar dalam konferensi pers usai pertandingan itu.

Petar juga sudah menduga cara kepemimpinan wasit Daryanto bakal kontroversial. Dan, benar pertemuan kedua ini wasit terpaksa mengusir dua pemain dari masing-masing kubu, akibat laga yang berlangsung panas dan keras.

“Ini persis seperti yang saya sampaikan di konferensi pers sebelum pertandingan, kemarin. Seperti yang kami duga, dia tidak menunjukkan kepemimpinan yang baik,” ungkap Petar saat konferensi pers usai pertandingan itu.

Bagi Pelatih Arema, Djan Antonic sendiri mengaku gembira dengan hasil ini dan menilai pertandingan melawan PSM berat bagi timnya. ” Ini pertandingan berat bagi kita. Arema saat ini masih bermain di tiga kompetisi berbeda (AFC Cup, IPL dan Piala Indonesia). Tentu saja pemain capek,” ungkap Dejan.

–Jalannya Pertandingan
Dua menit setelah wasit Daryanto meniup peluit tanda babak pertama dimulai, PSM langsung memperoleh peluang emas. Tendangan keras sang kapten, Syamsul Chaeruddin nyaris membuka keunggulan Tim Juku Eja namun masih bisa diantisipasi dengan sempurna oleh penjaga gawang Arema, Romanovs.

Sepanjang babak pertama kedua tim saling menyerang, namun tak ada gol yang tercipta. Hasil kacamata, 0-0 menutup paruh pertama laga yang beraroma balas dendam ini.

Memasuki babak kedua, Tim tuan rumah Singo Edan langsung mengambil inisiatif serangan. Alhasil, di menit 53 pemain pengganti, Jaya Teguh Angga sukses menjebol gawang PSM yang dikawal Deny Saprianto. Berawal dari umpan Mario Krasic di dalam kotak penalti, pemain yang masuk menggantikan Putut Waringin Jati ini melepaskan tembakan keras dari jarak dekat yang tidak mampu dihalau kiper Juku Eja, gol, 1-0 Arema unggul.

Unggul satu gol membuat semangat anak asuh Dejan Antonic ini semakin bernafsu menyerang. Kesempatan menambah gol hadir dari kaki pemain asing Arema, Marko Krasic. Sepakannya didepan gawang nyaris menggandakan skor andai saja tidak melambung tinggi.

Permainan menyerang ini disambut PSM dengan pola yang sama. Bahkan, Petar melakukan pergantian pemain untuk membuat timnya lebih agresif. Penyerang Andi Oddang masuk menggantikan Fandy Edy yang berposisi sebagai gelandang.

Pertandingan berjalan kian panas dan keras. Beberapa kali terjadi gesekan antar pemain yang membuat wasit Daryanto harus memberi peringatan pada para penggawa kedua tim.

Petaka buat Pasukan Ramang hadir di menit 85. Pelanggaran keras penjaga gawang Deny Saprianto terhadap Jaya Tegu Angga di luar kotak penalti di hadiahi kartu merah oleh wasit. Sempat terjadi aksi saling protes yang berujung keributan dari kedua kubu, namun wasit memutuskan jika pemain PSM yang melakukan pelanggaran dan terpaksa diusir dari lapangan pertandingan.

Menit 87, Arema kembali mendapat peluang melalui tendangan bebas Roman Chemelo. Namun tendangannya masih tepat mengarah ke pelukan Andi M Guntur, kiper cadangan yang dimasukkan menggantikan M. Rahmat. Gawang PSM masih selamat namun skor belum berubah.

Permainan sempat terhenti selama Lima menit ketika terjadi kerusuhan antara Official kedua Tim. Wasit nyaris saja menutup laga yang syarat emosi dan keras itu. Alhasil, wasit memberikan kartu merah pada Saddam Hi Tenang dan kartu kuning pada Andi Oddang sebelum melanjutkan pertandingan.

Hingga wasit meniup pluit babak kedua usai, Tim Juku Eja tidak mampu menyamakan kedudukan. Skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan tuan rumah Singo Edan.
(RS3)

Komentar