oleh

Dua Karaeng Bersatu Gelar Deklarasi

Editor : rakyat-admin-Berita-

Sindir Ibrahim Rewa, Presiden Partai, Politisi, Pengusaha, dan Birokrat Ikut Hadir

RAKYAT SULSEL — Keturunan karaeng show of force di deklarasi pasangan bupati dan wakil bupati Takalar 2013, Rabu (30/5). Dua karaeng yang bersatu dan siap merebut nakhoda di Takalar itu adalah A Makmur A Sadda dan A Nashar A Baso. Sebagai informasi, A Makmur A Sadda sebagai pencerminan rumpun Karaeng Polongbangkeng. Sementara A Nashar A Baso, dikenal sebagai rumpun Karaeng Galesong dan Gowa.

Selain rumpun karaeng,  kalangan birokrat, politisi, pengusaha dan aktivis LSM ikut hadir. Tak ketinggalan elite-elite Parpol juga tampak di tengah pasangan bertagline “AMAN” itu. Presiden PDK Sayuti Ashathtri bersama Pengurus Provinsi PDK Sulsel hadir langsung memberikan dukungan. Pengurus elite provinsi partai pendukung dari PPP Sulsel minus Ketua Ketua DPW Sulsel Amir Uskara, tampak hadir. Tak ketinggalan pengurus partai PKNU. Mereka kompak duduk di tribun VVIP lokasi acara digelar.

Dukungan juga datang dari kalangan pengusaha. Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnaen Arief dan Haerumy hamzah Tuppu, hadir. Sementara dari kalangan birokrat, Sekda Pangkep Anwar Recca serta calon Sekkot Makassar, Sittiara.

Orasi A Makmur A Sadda didampingi wakilnya A Nashar A Baso serta tiga ketua partai pengusung, masing-masing; Muh Yasin Limpo (PDK), H Achmad Sija (PKNU) dan H Nurdin (PPP) berlangsung dengan sedikit terbawa suasana emosional. Raut haru Wabup Takalar itu terlihat saat menyebut kehadiran nenek dan pamannya yang datang khusus dari Jakarta untuk mendukungnya. Kedua tokoh penting dalam genetika Karaeng Polongbangkeng tersebut adalah Ibunda Sekkab Takalar A Jen Syarif Rifai, Hj A Dalaulang Rifai (Istri A Achmad Rifai, mantan Gubernur Sulseltra) serta saudara Andi Jen. Namun,  sikap emosional tersebut dapat diredam dan orasi dengan sodoran program untuk Takalar pun diuraikan.

A Makmur dengan lugas menekankan lokasi deklarasi dipilih karena Palleko  mempunyai jejak sejarah gemilang. “Di Polongbangkeng, dua pahlawan nasional lahir dan menjadi milik bangsa. Sehingga, tempat ini menjadi sebuah keyakinan bahwa perjuangan memenangkan Pilbup Takalar akan kita raih,” ucap A Makmur disambut “Aman” oleh ribuan pendukungnya.

Tak lupa, A Makmur menyentil bosnya yang juga Bupati Takalar, Ibrahim Rewa. “Saya sabar selama ini. Padahal, kami sering dizalimi. Namun, komitmen sosok pejuang harus dijaga. Walaupun harus menjadi tumbal bagi rakyat Takalar,” terang A Makmur, lagi-lagi dengan aplaus dari pendukungnya.

Sentilan halus kepada pemerintahan yang menjabat, juga datang dari Ketua Tim Pemenangan, Said Pammusu. Ia mengatakan, sosok pemimpin itu harus bersih dari praktek korupsi. Juga, harus murah senyum. “Jangan pilih pemimpin yang baru belajar tersenyum,” sindirnya.

Said Pammusu menambahkan, seorang pemimpin agar selalu tersenyum dan merakyat.  “Pilihlah Puang-mu. Jangan pilih calon bupati yang biar tersenyum susah dan sedikit dower,”  ujar Said Pammusu membuat acara deklarasi kian semarak.
Akhir Orasi, Said menantang calon lain untuk bersaing sehat. “Jangan pilih calon partai yang baru mau diusung sudah gontok-gontokan. Sejak akhir tahun lalu, paket ini sudah jadi tapi belum ada penantang. Kita baru deklarasi karena partai lain sudah mulai berani bersaing. Saya tantang untuk bersaing sehat,” tandasnya.

Dukungan penuh terhadap paket ini  juga datang dari alumni Smansa Makassar tahun 1972, yang dipimpin langsung Adil Patu. Juga, keluarga besar Karaeng Polongbangkeng di Jakarta dan beberapa kota besar di Kalimanan. “Jejak sejarah masa lalu memberikan kita semangat untuk kembali berjuang agar Takalar adil, makmur, dan sejahtera. Langkah ini akan dicapai dengan memenangkan Pemilukada Takalar,” ujar Dedy Hasta, Manager Tim Campign Paket “AMAN”. (yos)

Komentar