oleh

DPRD Minta Pertamina Tidak “Tutup Mata”

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis, HL-

Sulsel Terancam Kehabisan BBM Bersubsidi

RAKYAT SULSEL — Munculnya gerakan pemblokiran akses Sungai Barito oleh masyarakat di Kalimantan Selatan sebetulnya tidak terjadi begitu saja. Masyarakat dan kepala daerah di kawasan itu telah lama menyampaikan keluhan mengenai berkurangnya stok BBM akibat bertambahnya konsumsi masyarakat.

Di Sulawesi Selatan, legislator Partai Golkar DPRD Sulsel Armin Tupotiri mewarning Pertamina agar tidak tutup mata terhadap kuota BBM di daerah ini. “Apapun alasannya di Sulawesi Selatan stok BBM harus bisa dikendalikan dan Pertamina harus bisa menjaga pasokan ke semua daerah agar tidak menimbulkan reaksi masyarakat,” tegasnya kepada Rakyat Sulsel, Rabu kemarin.

Armin menegaskan untuk memastikan kuota BBM di Sulawesi Selatan terkendali, Pertamina diminta pro aktif memberikan laporan kepada DPRD stok atau kuota yang ada. “Selama ini Pertamina belum pernah memberikan laporan kuota BBM kepada DPRD. Meski itu bukan kewajiban, namun BBM ini sangat penting untuk mengetahui stok kita di Sulawesi Selatan,” tandasnya.

Legislator Partai Golkar ini menegaskan pula, salah satu point penting harus dilakukan Pertamina adalah tidak lepas tangan terhadap mitra usaha mereka. “Pertamina harus tegas kepada mitra mereka, terutama pengusaha SPBU agar tidak melayani penjualan dengan jerigen. Ini menjadi salah satu pemicu seringnya terjadi kelangkaan BBM,” paparnya.

Ditambahkannya, Pertamina harus mampu menjaga kuota BBM di daerah ini. “Kita tidak inginkan masyarakat memberikan reaksi atas keterbatasan kuota apalagi terjadi kekurangan. Masalah yang terjadi di daerah ini lain, jangan sampai terjadi di Sulawesi Selatan,” tandasnya.

Lantas berapa stok atau kuota BBM di Sulawesi Selatan saat ini, Humas Pertamina Fuel Retail Marketing Region VII, Rosina Nurdin yang dihubungi beberapa kali via handphonya aktif namun diangkat.

Salah seorang staf humas Pertamina Fuel Retail Marketing Region VII meminta namanya tidak disebutkan menyebutkan kuota BBM bersubsidi yang disediakan oleh pemerintah pusat untuk Sulawesi Selatan tahun 2012, Premium 781655  Kiloliter dan Solar 442.557 Kiloliter.

Sementara realisasi sampai dengan April kuartal pertama 2012 premium 291.550 Kiloliter dan solar 149.168 kiloliter, jika di akumulasi dengan kuota yang diberikan oleh pemerintah sampai bulan april, maka kuota untuk Sulawesi Selatan akan mengalami over.

Hal ini disebabkan tidak sesuainya antara kuota yang disediakan oleh pemerintah dengan kebutuhan ril masyarakat Sulawesi Selatan. Padahal Pertamina sudah memberikan gambaran dan rekomendasi mengenai kondisi dan kebutuhan  ril masyarakat, tetapi selalu yang direalisasikan di bawah standar kebutuhan.

Dalam rekomendasi pertamina meminta kuota 70 kilo liter tetapi yang diberikan oleh pemerintah hanya 50 kilo liter. Makanya selalu over karena kuota yang diberikan di bawah standar alias tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada sehingga wajar jika terjadi kelangkaan atau kehabisan stok sebelum waktu yang ditentukan oleh pemerintah.

Pertamina sebagai perusahan plat merah hanya mengelolah kuota yang diberikan oleh pemerintah untuk bahan bakar bersubsidi, jika kehabisan kuota maka pemerintahlah yang bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan BBM di masyarakat, sehingga roda perekonomian di indonesia khususnya di Sulawesi Selatan bisa berjalan dengan baik. (RS10/una/C)

Komentar