oleh

Tidak Ada Kompromi Untuk Pabrik Miras

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-
ilustrasi

RAKYAT SULSEL — Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan jika persoalan Pabrik Minuman Keras (Miras) Antang tidak akan kompromi soal relokasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Makassar, Zaenal Dg Beta, sehabis rapat paripurna LKPJ Walikota Makassar, Selasa (29/5) kemarin.
Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik Pabrik Miras di Antang itu jelas sekali. Keputusan Presiden (Kepres) RI nomor 3 tahun 1997 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohor, Bab IV Pengedaran dan penjualan pasal 5, poin I mengatakan dilarang mengedarkan dan atau menjual minuman beralkohol sebagai dimaksud dalam pasal 3 ayat 2 ditempat umum, kecuali di hotel, bar, restoran dan di tempat tertentu lainnya yang ditetapkan oleh Bupati/ Walikota.
“Dalam UU diatur tentang jaraknya dari tempat peribadatan, sementara Pabrik Miras Antang sangat dekat dari rumah peribatan,” ungkapnya.
Namun, Ungkap Ketua Badan Pemenang Pemilihan Umum (Bappilu) DPC PAN Kota Makassar ini menambahkan, yang mesti ditindaki juga adalah pemberi rekomendasi masalah perizinannya.
“Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar seharusnya tidak memberikan izin peredaran, apalagi pambuatan atau pabrik. Selama ini pemkot melanggar karena telah memberi rekomendasi, sehingga sudah tidak ada lagi kompromi dalam pabrik miras,” jelasnya.
Ditempat yang sama, usai rapat paripurna LKPJ Walikota, Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin yang dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, jika relokasi pabrik Miras di Antang masih perlu kajian mendalam. Menurutnya, pabrik miras ini sudah diberikan rekomendasi dan masalah perizinan langsung dari kementrian.
“Dewan telah melakukan reses, rekomendasinya adakan relokasi, ini masih akan dilakukan kajian,” ungkap Ilham. (RS1)

Komentar