oleh

Pro dan Kontra Festival I La Galigo

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Kadis Pariwisata Bantah Ada Yang Kontra

RAKYAT SULSEL — Pelaksanaan festival I La Galigo yang dijadwalkan pada (2/6) mendatang terjadi pro dan kontra antara Kedatuan Luwu, Budayawan dan Pemerintah Kota Palopo. Pasalnya, pihak kedatuan Luwu dan budayawan meminta agar sebelum digelar hajatan ini harus disertai dengan kegiatan ritual adat Luwu.
Andi Syaifuddin Kadiraja, Maddika Bua (adat Luwu), mengatakan sebaiknya harus dilakukan dengan ritual adat sehingga festival ini mendapat respon dari masyarakat luas khusunya di Luwu Raya. “Jadi, perlu dilakukan ritual adat, itu sudah aturannya” ungkap Andi Syaifuddin kepada Rakyat Sulsel, Selasa (29/5) kemarin.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Komisi III DPRD Palopo, pro dan kontra masih berlanjut. Budiyawan Luwu, Andi Anton, menuturkan bahwa sebaiknya festival terlebih dilakukan dibuatkan payung hukum sehingga nantinya tidak mendapat protes atau kendala.
“Dengan pengalaman kemarin jangan sampai terjadi kedua kalinya dengan kegiatan yang sama, karena, festival I La Galigo pertama digelar tahun lalu terjadi beberapa kendala dan sejumlah masalah lainnya,” tegas Anton.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Palopo, Alfri Jamil mendukung sikap Kedatuan Luwu dan budayawan terkait kegiatan itu. Menurutnya, dengan dilakukan mekanisme Kedatuan Luwu supaya tidak menjadi kendala secara teknis.
“Tapi, diharapkan ada mediasi untuk duduk bersama supaya festival ini bisa berlangsung lancar,”ujar legislator PDIP itu.
Sementara itu, juru bicara Kedatuan Luwu, Sharma Hadeyang, mengaku bahwa informasi tentang festival I La Galigo baru diketahui setelah menerima undangan dari Komisi III DPRD Palopo. “Saya tidak pernah tahu, tidak ada info tekhnis acaranya,” ungkap Sharma.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kedudayaan dan Pariwisata Kota Palopo, Najib Kasim yang dikonfirmasi soal pro dan kontra mengaku tidak ada masalah. Bahkan, dirinya menegaskan jika hingga saat ini tidak ada lagi kendala secara tekhnis yang dialami panitia.
“Tidak benar kalau pro dan kontra festival ini. Semua mendukung kegiatan ini. Apalagi sudah tidak ada lagi kendala, persiapan panitia sudah siap dilaksanakan,” tegas Najib.
Najib juga menambahkan, festival kali ini akan dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.
“Kami telah menerima informasi kesiapan kehadiran Bapak Gubernur Sulawesi Selatan untuk hadir pada pembukaan festival tersebut. Karena itu kami sudah menyiapkan jadwal Gubernur, termasuk di Kabupaten Luwu membuka Turnamen Maddika Bua Cup. (k6/dj)

Komentar