oleh

Pendemo Ngotot Tolak Keputusan PT Vale

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Minta KI Dianulir

RAKYAT SULSEL — Aksi penolakan terhadap penetapan tiga Komisaris Independen (KI) PT Vale Indonesia terus berlanjut. Bahkan, sejumlah elemen masyarakat ngotot untuk menganulir tiga Komisaris Independen tersebut. Aksi ini berlanjut, Selasa (29/5) di Kabupaten Luwu Timur.
Ratusan massa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Terdampak Operasi (FMTO) PT Vale Indonesia, dan sejumlah aktivis lainnya juga ikut menolak kebijakan PT Vale yang dinilai diskriminatif.
Hendra Tajuddin salah satu pendemo mengatakan pihaknya tetap menolak meski sudah dilakukan pertemuan bersama manajemen PT Vale. Mereka menegaskan penolakan keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Vale tanggal 25 April lalu tentang penetapan komisaris independen yang tidak mengakomodir putra daerah dan menetapkan masing-masing  Arief T. Surowidjojo, Irwandy Arif an Idrus Paturusi sebagai Komisi Independen.
Presiden Direktur & CEO PT Vale Indonesia Niko Kanter yang langsung menemui pendemo berjanji siap memperbaiki hubungan dengan masyarakat Kabupaten Luwu Timur yang diakuinya belakangan ini cukup renggang.
Pernytaan Niko ini disampaikan dihadapan sejumlah elemen masyarakat dan aktivis saat menerima aspirasi demonstran menolak penunjukan Komisaris Idependen PT Vale Indonesia, yang dilakukan di Kantor Bupati Luwu Imur.
Bahkan, sebagian masyarakat menilai sejak berubah nama dari PT Inco menjadi PT Vale Indonesia, kurang ada komunikasi dengan masyarakat.
“Sejak berubah nama dari PT Inco menjadi PT Vale, manajemen perusahaan tidak melakukan dialog dengan masyarakat dan terkesan eksklusif,” ujar salah satu Tokoh Masyarakat malili, Andi Yayat Pangerang.
Niko mengatakan akan melakukan upaya komunikasi secara maksimal kepada masyarakat Lutim, terutama yang berada di daerah pemberdayaan PT Vale Indonesia. Dia menerima aspirasi dari seluruh elemen masyarakat untuk dibicarakan kembali kepada manajemen PT Vale Indonesia.(k6/dj)

Komentar