oleh

Jual Tanah, Mantan Istri Dilaporkan ke Polisi

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Oknum Polisi Turut Dilaporkan

RAKYAT SULSEL — H.M.Idrus Parani melaporkan mantan isterinya ke Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Kota Parepare, hal ini dilakukan, lantaran mantan isterinya tersebut diduga menjual sebidang tanah diwilayah Kelurahan Wt.Soreang (Cempae) Kecamatan Soreang milik Idrus. Salah satu oknum polisi juga turut dilaporkan dalam kasus ini, karena oknum tersebut diduga turut menikmati hasil penjualan tanah tersebut.
Dalam surat laporan yang bernomor LP/352/V/2012/SPKT/29 Mei 2012 tersebut, pelapor melaporkan soal pembuatan laporan palsu yang memicu terbitnya sertifikat ganda oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas tanah tersebut.
“Sebidang lahan itu, merupakan harta milik bersama keluarga, hingga saat ini belum saya serahkan kepada pihak manapun, baik itu istri saya yang dulu, maupun kepada anak saya, sehingga jika ada pihak lain yang mengklaim sudah membeli lahan itu, maka akan saya tuntut sesuai hukum yang berlaku,” tegas Idrus kepada Rakyat Sulsel, Selasa (29/5) kemarin.
Permasalahan ini kemudian mencuat, setelah tanah milik Idrus ini diklaim oleh Hj. Nursyam sebagai pembeli tanah tersebut, bahkan, Nursyam dikabarkan telah menyetorkan sejumlah uang kepada Oknum polisi yang saat ini telah dilaporkan, untuk membeli tanah tersebut.
“Kepada siapa saja, agar tidak melakukan transaksi pembelian lahan tanah itu, melalui jasa orang lain, termasuk anggota Polisi yang dikabarkan sudah menerima sejumlah uang dari calon pembeli,” himbau Idrus.
Dalam perkara ini, sebidang lahan yang terletak di wilayah Cempae Kelurahan wt.Soreang, merupakan hak milik H.M Idris beserta keluarganya (istri dan anak-anaknya), namun sejak tahun 2002 lalu, pasangan ini berperkara di Pengadilan Agama Parepare dan akhirnya bercerai dengan amar putusan no.84/pdt.G/2002/PA.
Terkait perkara harta bersama, dimana kala itu kedua belah pihak melalui kuasa hukum masing-masing, telah melakukan kesepakatan untuk mengakhiri sengketa harta bersama ini dengan berdamai, dengan syarat, pihak tergugat ( Nurhayati istri H.M Idris P) membayar sejumlah Rp25 juta rupiah kepada penggugat (H.M Idris P) dan jika dibayarkan, maka tergugat (mantan Istri) menguasai/memiliki semua harta bersama yang disengketakan.
“Memang ada kesepakatan antara kami, dia (mantan istri Idrus.red) memang berhak memiliki harta bersama kami, termasuk tanah itu, tapi syaratnya dia harus membayarkan sejumlah uang. Namun sampai sekarang, kesepakatan itu belum dilaksanakan, artinya tanah itu masih milik keluarga, belum menjadi milik perseorangan,” jelasnya.
Sementara itu oknum Polisi inisial (Bs) dikabarkan telah menerima sejumlah uang dari calon pembeli (Hj.Nursyam), namun hal itu tidak diketahui pihak H.M Idrus.
Kapolsek Bacukiki AKP.Sumarsono selaku pimpinan oknum Polisi (Bs) bertugas yang berusaha dihubungi kemarin, tidak memberikan jawaban akan hal ini, no selularnya yang dihubungi tidak aktif, dan diluar jangkauan.
Sementara laporan yang dilayangkan oleh pihak Idrus Parani, untuk sementara baru akan diproses di Kepolisian Resort (Polres) Kota Parepare. (K2)

Komentar