oleh

Jepang Minati Industri Perkapalan di Barru

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis-

RAKYAT SULSEL — Investor Jepang dari Mitsui Engineering and Shipbuilding Co.Ltd, sedang menjajaki kerja sama pembangunan industri perkapalan di Kabupaten Barru. Hal itu terungkap dalam pertemuan Director, Ship and Ocean Project Hq General Manager of Chiba Works, Akinori Matsuda, dengan Bupati Barru H Idris Syukur dan Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, di rumah jabatan gubernur, belum lama ini.
“Kami sangat tertarik melihat potensi yang ada di Barru dan sudah melakukan survei untuk membangun industri kapal,” kata Akinori Matsuda.
Ia mengatakan, rencananya, industri kapal tersebut akan dibangun di Pelabuhan Garonggong. “Semoga hal ini bisa dikerjasamakan,” harapnya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, menyambut baik keinginan investor Jepang tersebut. Apalagi, Pelabuhan Garonggong memang memenuhi persyaratan karena kedalamannya yang sesuai standar.
“Laut yang paling dalam memang ada di Pelabuhan Garonggong, Barru. Dan hanya ada dua di Indonesia,” ungkapnya.
Syahrul menjelaskan, Sulsel adalah center point of Indonesia dan merupakan wilayah  bertumpunya 14 provinsi lainnya yang ada di Kawasan Timur Indonesia. “Saya berharap, bisa membangun kerja sama dengan intensif ke depan. Khususnya, industri-industri yang bisa menyokong 14 provinsi di KTI,” harapnya.
Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia itu, menuturkan, Sulsel memiliki jumlah penduduk hampir 9 juta jiwa. Di Pulau Sulawesi, ada lima provinsi, namun pusatnya ada di Sulsel. “Kami juga punya tambang, nikel, emas, gas. Selain itu, kami punya komoditas pertanian, perkebunan, hingga peternakan. Saya harap kita bisa kerjasamakan nantinya,” urainya.
Ia menambahkan, Kabupaten Barru adalah pusat perekonomian Sulsel di masa yang akan datang. Dalam masterplan perencanaan, Barru adalah masa depan yang akan menjadi pusat arus perdagangan ekspor impor.
“Setelah Pelabuhan Garonggong selesai, semua kapal perdagangan akan berlabuh di Barru. Saya sangat mendukung kalau mau membangun industri perkapalan yang besar. Dan pemerintah pasti akan mendukung dalam rangka memperpendek jarak antar pulau di Indonesia. Saya siap memback up,” pungkasnya. (RS6/D)

Komentar