oleh

DPRD Panggil Konsultan Perencana Stadion Lutim

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Tiang Pancang Tidak Sesuai Bestek

Ketua DPRD Lutim beserta anggota DPRD Lutim saat melakukan sidak ke proyek pembangunan stadion malili

RAKYAT SULSEL — Komisi III DPRD Luwu Timur bidang pembangunan, Rabu (30/5) kemarin, akhirnya memanggil sejumlah pihak yang terkait dalam pembangunan Stadion Olahraga Malili, guna memberi penjelasan tentang pemasangan pondasi tiang pancang stadion Olahraga Malili yang diduga tidak sesuai dengan bestek.
Sebelumnya ketua DPRD Luwu Timur, sarkawi A. Hamid beserta sejumlah anggota komisi III menemukan adanya 38 titik tiang pancang dengan kedalaman 18 meter. Padahal sesuai dengan desain perencanaan hanya tertera 10 meter.
“Atas temuan ini, DPRD Luwu Timur meminta kepada rekanan pelaksana pembangunan stadion olahraga yang menelan anggaran sebesar Rp. 44,7 Miliar itu dihentikan sementara,” ujar Andi Amal Fahri, wakil ketua komisi III DPRD Luwu Timur yang memimpin hearing, Rabu (30/5) kemarin.
“Semua pekerjaan yang berimpilikasi terhadap tambahan anggaran seharusnya dikomunikasikan terlebih dahulu ke DPRD agar tidak berdampak pada aspek hukum di waktu mendatang,” tambahnya.
Fahri juga menuding adanya kesalahan berjamaah yang dilakukan dalam proses pembangunan stadion karena telah menyalahi bestek, sebagaimana ekspose awal sebelum dimulainya pembangunan pondasi tiang pancang.
Mendapat tudingan ini, dan temuan fakta di lapangan yang tidak sesuai, Victor Sampebulu, selaku konsultan perencana proyek multiyears ini memaparkan bahwa, desain kedalaman 10 meter tiang pancang berdasarkan data sondir dari tim survey yang disodorkan oleh surveyor dan itu yang dijadikan acuan.
“Setelah dilakukan pemancangan, kontur tanah lokasi stadion membutuhkan kedalaman yang bervariasi mulai dari 14 meter hingga 18 meter sebagai titik end bearing (daya dukung akhir) pemasangan pondasi tiang pancang.” papar Victor.
Mengenai adanya penambahan anggaran dalam proyek ini, Victor mengakuinya dengan alasan dalam setiap proyek pemerintah dikenal adanya addendum hingga 10 % dari total anggaran.
Selain konsultan perencana, Kepala Dinas Tarkim Lutim Firmanza DP, dan Handoko, pimpro pembangunan stadion olahraga Malili juga hadir dalam pertemuan ini. (*/dj)

Komentar