oleh

Demokrat Berang, Ambil Putusan Sepihak

Editor : rakyat-admin-Berita-

Nawir: Beraninya di Belakang Saya

RAKYAT SULSEL — Mendapat tantangan pemecatan dari kadernya sendiri, Andi Nawir Pasinringi rupanya Partai Demokrat ikut berang. Partai berlambang mercy itu akan mengambil keputusan sepihak tanpa mendengar klarifikasi yang bersangkutan.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat, Ni’matullah menegaskankan, Partai Demokrat  bukan partai yang gegabah, dan asal pecat saja. Tetapi kalau memang yang bersangkutan tak mmeiliki niat untuk klarifikasi Rabu (30/5) hari ini, terpaksa dilakukan keputusan sepihak.
“Kalau besok (hari ini, Red) dia tidak hadir, mau tidak mau, kita akan ambil keputusan sepihak. 24 jam kita tunggu. Datang baik-baik, keluar juga baik-baik,” tandasnya, kemarin.
Yang jelas semua mekanisme akan kita lalui, kalaupun nantinya badan pengawas merekomendasikan pemecatan, itu merupakan langkah yang di hasilkan dari sikap DPD yang mencoba menyelesaikan konflik internal ini secara kekeluargaan.
Kalaupun, menurutnya Andi Nawir mengatakan Partai Demokrat tidak berani mengambil sikap, itu merupakan bahasa emosi yang ada pada diri bersangkutan. “Biarkanlah  Badan Pengawas mengeluarkan merekomendasi pemecatan terhadap mantan bupati kabupaten pinrang sebagai kader, karena, selama ini Andi Nawir merupakan kader yang memiliki masalah cukup banyak,” kesalnya.
Dikonfirmasi balik, Andi Nawir Pasinringi malah semakin memiliki rasa kebencian kepada  Partai Demokrat yang mengantarkannya sebagai legislator Sulsel itu. “Coba dari depan Partai Demokrat berani ngomong langsung saya dipecat. Dari sulu kok saya mau dipecat, kayak penakut saja, beraninya main di belakang,” ungkap Andi Nawir saat dihubugi melalui telpon selulernya, malam tadi.
Dia juga mengatakan, orang-orang di Partai Demokrat itu, cuma berani mencelakai orang, dan tidak tau berterimah kasih kepada dirinya, dimana dia menganggap, dirinya juga telah memiliki konstribusi besar terhadap kebesaran Partai Demokrat.
Bukan dirinya saja yang dijadikan contoh, Nawir melihat kader Demokrat lainnya, Misriani Ilyas yang bakal di-Pergantian Antar Waktu (PAW) cukup bermasalah.”Lihat saja, kebijakan Demokrat itu kan dilawan. Dan Demokrat tinggal diam saja, artinya kan Demokrat selama ini
pandai bermain di belakang orang,” ucapnya dengan nada tinggi.
Di ujung klarifikasinya kepada Rakyat Sulsel, mantan bupati Pinrang dua periode itu mengeluarkan uneg-uneg. “Saya akui orang-orang di Demokrat semua cerdas, tapi kecerdasannya itu cuma merugikan orang saja,”celutuknya.
Terpisah, perseteruan Andi Nawir dan Partai Demokrat mendapat tanggapan dari pengamat politik Unhas, Andi Haris.
“Saya rasa kalau secara vulgar Demokrat melakukan perlawanan, nantinya akan merugikan partai Demokrat sendiri,” ingatnya.(RS6)

Mendapat tantangan pemecatan dari kadernya sendiri, Andi Nawir Pasinringi rupanya Partai Demokrat ikut berang. Partai berlambang mercy itu akan mengambil keputusan sepihak tanpa mendengar klarifikasi yang bersangkutan.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat, Ni’matullah menegaskankan, Partai Demokrat  bukan partai yang gegabah, dan asal pecat saja. Tetapi kalau memang yang bersangkutan tak mmeiliki niat untuk klarifikasi Rabu (30/5) hari ini, terpaksa dilakukan keputusan sepihak.
“Kalau besok (hari ini, Red) dia tidak hadir, mau tidak mau, kita akan ambil keputusan sepihak. 24 jam kita tunggu. Datang baik-baik, keluar juga baik-baik,” tandasnya, kemarin.
Yang jelas semua mekanisme akan kita lalui, kalaupun nantinya badan pengawas merekomendasikan pemecatan, itu merupakan langkah yang di hasilkan dari sikap DPD yang mencoba menyelesaikan konflik internal ini secara kekeluargaan.
Kalaupun, menurutnya Andi Nawir mengatakan Partai Demokrat tidak berani mengambil sikap, itu merupakan bahasa emosi yang ada pada diri bersangkutan. “Biarkanlah  Badan Pengawas mengeluarkan merekomendasi pemecatan terhadap mantan bupati kabupaten pinrang sebagai kader, karena, selama ini Andi Nawir merupakan kader yang memiliki masalah cukup banyak,” kesalnya.
Dikonfirmasi balik, Andi Nawir Pasinringi malah semakin memiliki rasa kebencian kepada  Partai Demokrat yang mengantarkannya sebagai legislator Sulsel itu. “Coba dari depan Partai Demokrat berani ngomong langsung saya dipecat. Dari sulu kok saya mau dipecat, kayak penakut saja, beraninya main di belakang,” ungkap Andi Nawir saat dihubugi melalui telpon selulernya, malam tadi.
Dia juga mengatakan, orang-orang di Partai Demokrat itu, cuma berani mencelakai orang, dan tidak tau berterimah kasih kepada dirinya, dimana dia menganggap, dirinya juga telah memiliki konstribusi besar terhadap kebesaran Partai Demokrat.
Bukan dirinya saja yang dijadikan contoh, Nawir melihat kader Demokrat lainnya, Misriani Ilyas yang bakal di-Pergantian Antar Waktu (PAW) cukup bermasalah.”Lihat saja, kebijakan Demokrat itu kan dilawan. Dan Demokrat tinggal diam saja, artinya kan Demokrat selama ini
pandai bermain di belakang orang,” ucapnya dengan nada tinggi.
Di ujung klarifikasinya kepada Rakyat Sulsel, mantan bupati Pinrang dua periode itu mengeluarkan uneg-uneg. “Saya akui orang-orang di Demokrat semua cerdas, tapi kecerdasannya itu cuma merugikan orang saja,”celutuknya.
Terpisah, perseteruan Andi Nawir dan Partai Demokrat mendapat tanggapan dari pengamat politik Unhas, Andi Haris.
“Saya rasa kalau secara vulgar Demokrat melakukan perlawanan, nantinya akan merugikan partai Demokrat sendiri,” ingatnya.(RS6)

Komentar