oleh

Penutupan Pabrik Miras Harga Mati !

Editor : rakyat-admin-HL-
TUTUP PABRIK MIRAS. Pengurus FPI membawa puluhan botol minuman keras ke kantor DPRD Makassar sebagai bagian dari aksi mereka yang mendesak penutupan pabrik miras di Kecamatan Manggala.

RAKYAT SULSEL — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Kota Makassar meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menutup Pabrik Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Manggala Kelurahan Tamangapa, Kota Makassar.
“Apapun bentuknya, pabrik miras tidak boleh ada di Kota Makassar, jadi kami meminta kepada Pemerintah Kota Makassar untuk menindak tegas dengan menutup pabrik miras tersebut, dan ini adalah harga mati !, “ungkap Ketua DPW FPI Kota Makassar, Agus Salim, di ruang aspirasi Kantor DPRD Kota Makassar, kemarin.
Menurut Agus, beberapa ormas Islam dan warga merasa terganggu dengan hadirnya pabrik miras tersebut. Selain karena berada di daerah pemukiman warga, lokasinya juga hanya berjarak 50 meter dari masjid.”Itu kan sudah sangat menyalahi aturan, dan kami juga merasa capek dijanji terus oleh Pemerintah Kota dan DPRD Kota Makassar, jadi kami menuntut untuk segera dikeluarkan rekomendasi penutupan bukan relokasi,”tegasnya.
“Tidak ada kata relokasi, yang ada adalah penutupan,  kami melihat pabrik miras tersebut tidak memiliki izin untuk memproduksi miras, tetapi yang ada adalah izin membuat minuman bersoda,”papar Agus.
Meski mendapat jaminan dari anggota DPRD Kota Makassar bahwa persoalan ini akan dibahas secepatnya, tetapi FPI bersama beberapa ormas Islam tidak menanggapi serius. Meski demikian pihaknya menghargai keputusan dewan dan menunggu tiga hari. “Lihat saja tiga hari ke depan kalau memang tidak ada hasilnya, maka kami kembali turun untuk melakukan tindakan,”ucapnya.

Sementara itu, Anggota DPRDr, Yusuf Gunco mengatakan bahwa tanggung jawab terkait persoalan ini sepenuhnya berada di tangan Ketua Komisi A, tetapi dewan tidak punya kewenangan untuk mengeksekusi. “Kami di Dewan hanya berfungsi sebagai pengawas, yang berhak untuk melakukan eksekusi itu  di jajaran Pemerintah Kota,”ungkap Yusuf Gunco.
“Insya Allah, saya mewakili teman-teman dari komisi A berjanji membahas persolan ini. Saya jaminannya. Jadi say meminta kepada teman-teman FPI untuk menahan. Jangan maki ambil tindakan sendiri dulu, nakke mo pacciniki, saya akan mendorong komisi A untuk menyelesaikan secepatnya,”tutupnya.(RS1/eui/D)

Komentar