oleh

Pabrik Miras Terus Berpolemik

Editor : rakyat-admin-Wawancara-
ilustrasi

RAKYAT SULSEL — KEBERADAAN pabrik minuman keras (miras) di Kota Makassar terus menjadi polemik. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Kota Makassar merazia pabrik minuman keras di UD Padi Mas, Antang. FPI juga memusnahkan miras karena pemilik pabrik diduga tetap bersikeras memproduksi miras oplosan.
Aksi yang dilakukan massa FPI merupakan bentuk solidaritas dari sikap keberatan 22 ormas dan pemuda serta pengurus 22 masjid di sekitar lokasi pabrik. Sehari kemudian, tepatnya kemarin Senin (28/5), FPI mendatangi gedung DPRD Kota Makassar. Uniknya, mereka membawa botol miras yang dirazia dari pabrik di Antang sehari sebelumnya.
Di gedung dewan itu, mereka meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menutup Pabrik Minuman Keras (Miras) di Kecamatan Manggala Kelurahan Tamangapa, Kota Makassar.
“Apapun bentuknya, pabrik miras tidak boleh ada di Kota Makassar, jadi kami meminta kepada Pemerintah Kota Makassar untuk menindak tegas dengan menutup pabrik miras tersebut, dan ini adalah harga mati !, “ungkap Ketua DPW FPI Kota Makassar, Agus Salim, di ruang aspirasi Kantor DPRD Kota Makassar, kemarin.
Menurut Agus, beberapa ormas Islam dan warga merasa terganggu dengan hadirnya pabrik miras tersebut. Selain karena berada di daerah pemukiman warga, lokasinya juga hanya berjarak 50 meter dari masjid. “Itu kan sudah sangat menyalahi aturan, dan kami juga merasa capek dijanji terus oleh Pemerintah Kota dan DPRD Kota Makassar, jadi kami menuntut untuk segera dikeluarkan rekomendasi penutupan bukan relokasi,”tegasnya.
Meski mendapat jaminan dari anggota DPRD Kota Makassar bahwa persoalan ini akan dibahas secepatnya, tetapi FPI bersama beberapa ormas Islam tidak menanggapi serius. Meski demikian pihaknya menghargai keputusan dewan dan menunggu tiga hari. “Lihat saja tiga hari ke depan kalau memang tidak ada hasilnya, maka kami kembali turun untuk melakukan tindakan,”ucapnya.
“Insya Allah, saya mewakili teman-teman dari komisi A berjanji membahas persolan ini. Saya jaminannya. Jadi saya meminta kepada teman-teman FPI untuk menahan. Jangan maki ambil tindakan sendiri dulu, nakke mo pacciniki, saya akan mendorong komisi A untuk menyelesaikan secepatnya,” anggota DPRD Yusuf Gunco saat menerima FPI. (RS1/D)

Komentar