oleh

Nawir: Pecat Saja Kalau Mau

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Sebut Demokrat Otoriter
Ni’matullah: Masalahnya Sudah Segudang

RAKYAT SULSEL — ANDI Nawir Pasinringi tak ambil pusing dengan kisruhnya di Partai Demokrat. Calon yang akan maju sebagai Cawagub Sulsel berpasangan dengan Rudiyanto Asapa itu sudah pasrah karir politiknya bakal habis di partai berlambang mercy itu.
“Saya sudah siap dipecat. Apapun yang dilakukan Partai Demokrat kepada saya, saya tetap pasrah. Saya sudah siap meninggalkan demokrat,” terangnya kepada Rakyat Sulsel, malam tadi.
Bahkan, agar prosesnya tak bertele-telem, mantan bupati Pinrang dua periode itu menantang Partai Demokrat untuk secepatnya mengambil tindakan memecat dirinya.”Tapi, saya maunya Partai Demokrat yang pecat saya. Saya tidak akan mengundurkan diri,” tantangnya via seluler.
Kekecewaan Andi Nawir rupanya tidak sampai di situ. Legislator Sulsel itu menganggap apa yang dilakukan Partai Demokrat pada dirinya merupakan sebuah penindasan bagi kadernya. Terlebih mengingat Musda Demokrat 2010 lalu, dirinya merasa dipecundangi. “Saya sebenarnya sudah lama mau dipecat dari partai. Yang jelas kalau partai telah mengambil langkah saya tidak akan melawan, apapun itu putusannya,” tandasnya.
Kalau dirinya melakukan perlawanan, sambung Andi Nawir, itu nantinya dikira
akan tetap masih mencintai Demokrat. “Saya sudah tidak betah lagi di partai yang tidak dapat menerapkan sistem demokrasi. Saya sangat sakit hati dengan perilaku Demokrat yang sangat oteritas dan tidak membuka ruang demokrasi kepada kadernya,” paparnya.
Terpisah, menanggapi sanksi yang bakal dijatuhkan kepada kadernya, Wakil Ketua Partai Demokrat Sulsel Ni’Matullah menyatakan, selama ini pihaknya masih melakukan proses pemanggilan ketiga kali terhadap Andi Nawir. Kalau di pemanggilan ketiga yang bersangkutan belum juga hadir,  maka akan menyerahkan sepenuhnya kepada badan pengawas Partai Demokrat untuk menindaklanjuti.
“Yang jelas masalah Andi Nawir sudah setumpuk gudang. Bukan karena dia akan menjadi wakil gubernur dari Rudiyanto, akan tetapi ada beberapa masalah yang dia lakukan,” ucapnya, kemarin.
Menurut Ni’matulah, sanksi yang bakal diberikan kepada Andi Nawir sesuai dengan AD/ART partai. “Demokrat ini merupakan partai besar, dan bukan partai yang asal pecat saja. Semuanya akan dilakukan proses klarifikasi, apakah yang bersangkutan tersebut siap untuk diklarifikasi atau tidak?.” jelasnya.
Sementara itu, ketua DPP partai Demokrat Reza Ali yang di hubungi justru bangga kepada Andi Nawir yang ikut meramaikan kompetisi politik di Sulsel, dan inilah yang namanya demokrasi terbuka.
Berbeda dengan pengurus di DPD Demokrat Sulsel yang getol meminta klarifikasi Andi Nawir, justru pengurus di tingkat pusat DPP Demokrat menanggapinya secara dingin. Ketua Departemen Kelautan dan Perikanan DPP Partai Demokrat, Reza Ali malah memberikan selamat kepada Andi Nawir karena berniat maju di ajang Pilgub berpasangan dengan Rudiyanto Asapa. “Saya ucapkan selamat sama andi Nawir yang akan maju di Pilgub. Upaya yang dilakukan Andi Nawir merupakan bentuk kemajuan demokrasi yang ada di provinsi Sulsel tersendiri,” ucap politisi senayan itu saat dihubungi Rakyat Sulsel, malam tadi.
Terkait proses pelanggaran atau pemecatan Andi Nawir, Reza menjelaskan, semua itu melalui proses dan mekanisme yang telah diatur dalam aturan main partai. “Dan tidak mungkin-lah satu partai menyodorkan kadernya untuk saling berlawanan. Yang ada itu berpaket,” tandasnya.(RS6)

Komentar