oleh

Kapal Asing Belum Minati Pelabuhan Makassar

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis, HL-

Terkendala Angkutan Balik

Kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar masih didominasi oleh kapal pelayaran dalam negeri. Meski sudah mendapatkan legalitas dari pemerintah sejak 2008 sebagai pelabuhan lisensi complay, tapi sampai saat ini belum ada kapal asing yang langsung melakukan kegiatan bongkar muat di pelabuhan secara langsung

RAKYAT SULSEL — Target realisasi Pelabuhan Sukarno Hatta Makassar menjadi pelabuhan ekspor impor belum berjalan dengan mulus, meski sudah mendapatkan legalitas dari pemerintah sejak 2008  sebagai pelabuhan lisensi complay, tapi sampai saat ini belum ada kapal asing yang langsung melakukan bongkar muat di pelabuhan secara langsung.

Humas PT Pelabuhan Indonesia Regional IV Makassar Muhammad Rizal, mengatakan hal ini disebabkan oleh belum cukupnya angkutan balik yang memuat barang, sehingga kapal asing belum bisa langsung masuk di pelabuhan Makassar.

“kurangnya angkutan balik ini menyebabkan belum ada kapal asing yang  siap langsung masuk ke makassar, selain itu kapal dari luar negeri juga masih pertimbangkan cost apakah bisa menguntungkan atau merugikan, jika barang yang di muat 500 sampai 1000 box minimal mereka harus mengembalikan 100 sampai 200 box, dan angkutan balik ini yang masih menjadi kendala belum terlaksananya pelabuhan direct di Makassar,” ujarnya.

Tapi untuk segera merealisasikan pelabuhan direct ini perusahan Peti Kemas sudah melakukan beberapa usaha seperti melakukan kerjasama dengan mengunjungi perusahan pelayaran asing seperti Cina.

“Infrastruktur dan kapasitas pelabuhan sudah memadai untuk menjadikan pelabuhan Sukarno Hatta sebagai pelabuhan direct ekspor untuk kapal luar negeri bahkan kami suda mendapatkan 450 sius,” tambahnya.

Selain itu untuk menambah kualitas pelabuhan PT Pelindo IV juga melakukan beberapa rencana investasi seperti penambahan pelabuhan untuk sebelah selatan serta melakukan pengembangan di sejumlah pelabuhan yang ada di wilayah Pelindo IV, seperti pelabuhan Sorong, Kariangau, dan Pantoloan. Dalam pengerjaan proyek ini Pelindo IV dan pemerintah telah menetapkan nilai tender pengerjaan yang mencapai Rp 150 miliar.

“Kita telah lakukan pelelangan tender secara terbuka untuk pengerjaan proyek ini dan saat ini ada enam perusahaan yang mengikuti tender tersebut diantaranya PT Nindya Karya, Waskita Karya, Pembangunan Perumahan (PP), Wijaya Karya, Hutama Karya, dan Adi Karya,” ujar sekertaris perusahaan PT Pelindo IV Edy Nursewan.

Realisasi dari perbaikan operasional dan Infrastruktur pelabuhan ini akan menjadi land mark baru bagi masyarakat Makassar dan Sulsel pada umumnya. Pelabuhan ini bakal menjadi gerbang kawasan Indonesia timur. Makassar akan menjadi sasaran perdagangan bagi produk dalam negeri maupun luar negeri.

Melalui pelabuhan ini pula, ekspor-impor barang akan semakin lancar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulsel. Pelabuhan juga menjadi penopang ekonomi masyarakat. Selain kepentingan pengusaha kelas kakap yang menggunakan jasa pelabuhan, rakyat kecil seperti buruh dan pedagang kaki lima juga mampu memetik kehidupan yang bermakna dari pelabuhan tersebut. (RS10/una/C).

Komentar