oleh

Susahnya Listrik di Kabupaten Kepulauan Selayar

Editor : rakyat-admin-HL-

66 Tahun Merdeka, Baru Setengah Wilayah Menikmati Listrik

PAKAI LILIN. Sebahagian anak sekolah di Selayar masih menggunakan lilin untuk belajar.

RAKYAT SULSEL — KRISIS listrik. Kondisi tersebut terjadi di Kabupaten Kepulauan Selayar. Daerah kepulauan dengan 120.000 lebih penduduk itu masih harus merasakan sulitnya energi listrik masuk ke daerah mereka. Siapakah yang bertanggungjawab atas kondisi tersebut? Pemerintah daerah atau PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Berdasarkan data yang dihimpun Harian Rakyat Sulsel, baru sekitar 45% dari seluruh wilayah dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar yang menikmati listrik dari PT PLN. Jumlah ketersediaan listrik di daerah kepulauan itu masih sangat terbatas. PLN Ranting Selayar memiliki lima buah mesin diesel dengan kapasitas 5 x 1.224 kw yang terletak di Tangkala. Ditambah dengan satu unit mesin diesel kapasitas 500 kw dan satu unit mesin genset mobile kapasitas 250 kw yang berada di Benteng. Sehingga, mesin pembangkit listrik tenaga diesel hingga saat ini memiliki kapasitas 6.870 kw dan berfungsi dengan baik. PLN Ranting Selayar juga mengelola listrik desa di Kecamatan Pasimasunggu dengan daya terpasang sebesar 2 x 100 kw serta pengadaan genset di empat kecamatan kepulauan lainnya dengan kapasitas masing-masing 100 kw.
Tahun 2006-2011, telah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk memenuhi kebutuhan listrik di pulau-pulau sebanyak 2.689 unit PLTS tersebar, pembangunan satu unit PLTS terpusat dengan kapasitas 5 kw di Dusun Bajo Desa Kayuadi Kecamatan Taka Bonerate dan pembangunan 1 paket PLT Hibryd Surya-Angin dengan kapasitas 20 kw di Desa Appatanah Kecamatan Bontosikuyu.
Pada tahun 2008, dilaksanakan pembangunan dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dengan kapasitas 2 x 100 kw di Barubasa Desa Pamatata, Kecamatan Bontomatene. Namun, hingga saat ini, PLTB tersebut tidak berfungsi. Di tahun yang sama, juga dilaksanakan pembangunan satu Pembangkit Listrik Tenaga Air (Pico Hydro) dengan kapasitas 5 kw di Jammeng Dusun Timoro Desa Laiyolo Baru Kecamatan Bontosikuyu.
Tahun 2003 terpancang tiang listrik sebanyak 840 tiang yang tersebar pada tiga kecamatan daratan, yakni Kecamatan Bontomatene (243 tiang), Kecamatan Bontoharu (157 tiang) dan Kecamatan Bontosikuyu (440 tiang). Program ini dibiayai Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kemudian, pada tahun 2008 dilakukan pembangunan jaringan listrik JTM/JTR sepanjang 12,7 kilometer di Kecamatan Bontomatene (dari Desa Barat Lambongan sampai Desa Bungaiya). Tahun 2010, pembangunan jaringan listrik JTM/JTR sepanjang 17,8 kilometer pada empat desa di Kecamatan Bontosikuyu, yaitu Desa Laiyolo, Desa Binanga Sombaiya, Desa Lantibongan, dan Desa Lowa. Jumlah tiang yang belum terjaringi untuk pengadaan tahun 2003 sebanyak 157 tiang atau sepanjang 6,7 kilometer.
Pada tahun 2009, terpancang tiang listrik sebanyak 1.789 tiang (sepanjang 81,635 kilometer) yang tersebar di kecamatan daratan Kabupaten Kepulauan Selayar yang juga dibiayai APBD. Tahun 2010, dilaksanakan pembangunan jaringan listrik JTM/JTR sepanjang 48,14 kilometer. Lokasi jaringan listrik yang dipasang, antara lain, dari Kassa Bumbung (jalan simpang tiga) ke Jene Ki’ki (sampai masjid) Desa Bungaia Kecamatan Bontomatene; Desa Appabatu (Poros Benteng-Pamatata) Desa Parak ke Lembang Bau (sampai simpang tiga ke Bissorang) Desa Bonea Timur Kecamatan Bontomanai; dari Tabang Toa Kelurahan Putabangun ke Kolo-kolo dan Bitombang Kelurahan Bontobangun Kecamatan Bontoharu.
Selanjutnya, dari Cinimabela Desa Parak ke Dusun Panaikang Desa Jambuiya Kecamatan Bontomanai; dari simpang tiga poros pelabuhan Pamatata dengan Patori ke Kampung Patori; Pulau Jampea. Adapun jumlah tiang yang belum terjaringi untuk pengadaan tahun 2009 yaitu sepanjang 54,45 kilometer atau 1.066 tiang. Jadi, total jumlah tiang pengadaan tahun 2003 dan tahun 2009 yang belum terjaringi sampai sekarang sebanyak 1.223 tiang dan membutuhkan jaringan JTR/JTM sepanjang 61,15 kilometer.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Selayar, Abdul Gani, mengatakan, lembaga legislatif telah berupaya maksimal dalam mendorong terpenuhinya kebutuhan listrik di daerah tersebut. Bahkan, para legislator pernah melakukan lobi-lobi dan meminta kepada PLN untuk memprioritaskan Kabupaten Kepulauan Selayar. “Kami selalu berupaya dengan menciptakan regulasi agar kebutuhan listrik di Selayar ini terpenuhi. Bahkan, kami pernah ke Jakarta untuk melakukan lobi-lobi,” ujar politisi PAN itu, ketika ditemui baru-baru ini.
Abdul Gani mengungkapkan, tahun 2007 lalu, sudah pernah dianggarkan di APBD untuk pengadaan tiang listrik. Tetapi, hingga saat ini, masih ada yang belum terjaringi. “Tahun 2007 lalu kami pernah anggarkan di APBD untuk pengadaan tiang listrik. Tapi, pemegang kewenangan soal jaringannya kan tetap PLN. Kami hanya bisa terus berupaya agar kebutuhan listrik warga terpenuhi. Khususnya, yang berada di daerah kepulauan,” ungkapnya.
Sementara, dari data yang berhasil dihimpun Rakyat Sulsel, tahun 2012 ini, ada beberapa rencana lokasi tiang listrik beton yang akan dipasangi jaringan listrik JTM/JTR. Antara lain, Topa-Padang Oge Kelurahan Bontobangung; Tana Bau-Baera Desa Bonto Tangnga; Tana Bau-Lalemang Desa Pati Lereng; Golle-Pakkopiang-Teko Desa Bonto Kora’ang; Teko-Balang Pangi Desa Bonto Kora’ang; Karajaan-Batu Rapa’ Desa Polebunging; Polebunging-Tihoro Desa Bonea Makmur; Baje Desa Bukit Timur-Lembang Bosang Desa Bonea Makmur; Silolo Desa Lalang Bata-Bumbungan Desa Balang Butung; Poros Sariahang-Tajuiya Desa Bungaiya; Lambongan-Balang Polong Desa Bontona Saluk; SMK Bontomanai-Kantor Polsek Bontomanai; Lembang Bau-Bonto Jaya Desa Bonea Timur-Baruia Desa Bonea Makmur. Total panjang jaringan yang dibutuhkan mencapai 61,15 kilometer. (RS5)

Komentar