oleh

Reaksi Atas Keputusan DPP Golkar

Editor : rakyat-admin-Wawancara-

Antara Nojeng yang Legowo dan Cicang yang Ngotot

RAKYAT SULSEL — DUA “putra mahkota”; Nasir Ibrahim alias Nojeng dan Andi Irsan Galigo alias Cicang gagal mengendarai Golkar sebagai calon bupati. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Selasa (22/5) telah memutuskan Burhanuddin Baharuddin sebagai calon dari Golkar di Takalar dan Andi Fahsar Padjalangi di Bone.
Nojeng dan Cicang pun bereaksi. Pendukung Nojeng sempat melakukan aksi protes. Namun akhirnya Nojeng luluh dan menerima keputusan DPP. Dia bahkan siap menjadi 02, mendampingi Burhanuddin Baharuddin. “Manna poeng 07, erokja,” kata Nojeng.
Bila Nojeng bisa menerima keputusan DPP dan siap menjadi calon wakil bupati mendampingi Bur, berbeda dengan sikap Cicang yang justru melawan. Cicang ngotot maju sebagai 01, bukan lewat partai tapi melalui jalur independen.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Fadel Muhammad mengungkapkan, para calon bupati/wali kota Golkar tersebut, dipilih berdasarkan survei yang dipesan DPP Golkar. Survei yang dipilih adalah yang kredibel.
Fadel menambahkan, di Takalar, DPP Golkar juga memutuskan, pendamping Burhanuddin adalah Nasir Ibrahim, putra Ibrahim Rewa. Dua kader terbaik Partai Golkar Takalar ini, memang bersaing ketat dalam hal survei, sehingga DPP meminta keduanya berpasangan.
Demikian pula di Bone. Survei Andi Fahsar Padjalangi dan Andi Irsan Galigo, juga tidak terpaut jauh. Kendati, memang, survei tertinggi masih dikantongi Fahsar. (*)

Komentar