oleh

Pemecahan Rekor Buroncong Terbesar

Editor : rakyat-admin-Berita-

Panjang 1,1 M, Dibakar 7 Jam

RAKYAT SULSEL — BURONCONG atau di daerah lain disebut kue pancong merupakan salah satu penganan khas di Kota Makassar,  Sulawesi Selatan. Kue ini biasanya lebih nikmat dihidangkan saat bersantai dipagi atau pun sore hari dan disantap bersama teh manis atau kopi. Buroncong mudah dtemui, penjualnya menjajakan kue dengan menggunakan gerobak. Sayangnya, penganan ini sudah tidak ramai lagi dijajakan seperti dulu.
Kue Buroncong terbuat dari adonan tepung terigu, dicampur parutan kelapa muda yang dibuang kulit kasarnya, gula pasir, soda kue dan sedikit garam . Semua bahan disatukan dalam satu adonan diaduk hingga rata dengan air. Adonan biasanya agak encer. Adonan
tersebut kemudian dimasukkan delam cetakan buroncong yang telah diolesi dengan minyak kelapa atau mentega agar tidak lengket saat diangkat menggunakan gancu setelah matang usai dimasak di atas bara api.
Minggu (27/5) pagi, sebuah Buroncong raksasa dengan panjang 117 cm, tebal 12 cm, lebar 53 cm dan tinggi 13 cm berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). Untuk membuat Buroncong raksasa tersebut, adonannya menghabiskan 20 kg tepung terigu, 20 butir kelapa, 9 kg gula pasir dan 2 galon air dan garam 1 genggam dengan proses
masak memakan waktu selama 7 jam.
Panitia yang bekerja sama antara PT Eastern Pearl Flour Mill dan Jurusan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik, Universitas negeri Makassar, ternyata mulai mencampur adonan sejak Sabtu (26/5) dan mulai memanggangnya sejak sore di hari yang sama. Untukpembakarannya pun pihak UNM telah merancang kompor khusus yang difasilitasi oleh PT EPFM.
“Proses pembakarannya pun tetap menggunakan arang, untuk mempertahankan aroma kue ini. Karena kuenya tebal dan besar, suhu pembakaran pun terus diupayakan 300 derajat celcius,” kata Kasdi Kadir, Dosen UNM.
Industrial Relationship PT Eastern Pearl Muammar Muhayyang, pemecahan rekor Muri ini tidak lain adalah untuk merayakan kiprah PT Eastern Pearl Flour Mils ke 40 tahun. “Dan yang terpenting adalah bagaimana mengangkat ikon kuliner tradisonal Buroncong sebagi sprit lokal,” pungkasnya.(lin)

Komentar