oleh

Bur-Nojeng Hampir “Tojeng” Pimpin Takalar

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Kembali ke Sumbu Setelah SYL “Murka”

RAKYAT SULSEL — “Sinetron” konflik antarkader Partai di Golkar di Takalar, usai sudah. Itu setelah Natsir Ibrahim alias Nojeng memberikan klarifikasi lengkap, Sabtu (26/5). ‘Putra mahkota’ Bupati Takalar, Ibrahim Rewa, itu akhirnya mengangkat bendera putih dengan keputusan DPP Golkar. Ia pun bersiap menerima tawaran sebagai calon 02 atau calon wakil bupati.
Mengenakan kaus omblong dominan berwarna hitam dipadu garis merah, suasana kantor DPD II Golkar Takalar, kemarin terlihat ramai. Nojeng turun dari mobil Alphard berpelat DD I HN. Ketua DPD II Golkar Takalar itu langsung masuk menuju ruangannya. Tak berselang lama, ia sudah bersama beberapa pengurus DPD II Golkar Takalar yang dikenal loyal. Di ruangan, beberapa wartawan telah menunggu klarifikasinya. Ini kali pertama Nojeng muncul di publik pascapenetapan rekomendasi DPP Golkar yang meminang Burhanuddin Baharuddin alias Bur sebagai calon bupati.
Namun, proses penjelasan sikap Nojeng ke publik, tidak berjalan sesuai agenda awal. Sebelumnya, dalam konferensi pers tersebut, tidak menghadirkan seluruh pengurus DPD Golkar Takalar, pengurus kecamatan, dan pengurus desa. Hanya saja, oleh Ketua Bidang Pemenangan Pemilukada DPD II Golkar Takalar, Muhiddin Mursali, menegaskan, pengurus DPD II Golkar belum sempat melayangkan surat karena waktu yang sangat terbatas. Pengurus inti Golkar, seperti; Alamsyah Demma (Sek DPD II Golkar), H Bachtiar Rauf Siriwa
(Ketua AMPG Takalar), H Nawir Abdulrahman ( Anggota DPRD) dan H Muis Sarro (Wakil Ketua Bidang Hukum Dan HAM Golkar), tampak tidak hadir.
Keterangan pers kemarin dibuka Muhiddin Mursali. Selanjutnya, ia menyilahkan Nojeng memberikan klarifikasi.  Di depan para wartawan, Nojeng menegaskan, dirinya siap menerima keputusan DPP Golkar yang telah dikeluarkan dengan mengusung Burhanuddin Baharuddin sebagai calon bupati dari Golkar.
“Sebagai kader Golkar yang melihat kepentingan partai lebih besar, di samping itu ketua DPD I Golkar Sulsel, Bapak Syahrul Yasin Limpo yang merupakan keluarga dekat, saya menyatakan siap menjalankan amanah partai sesuai nota kesepakatan yang telah dikeluarkan DPP Golkar untuk menjadi pendamping atau calon wakil bupati,” urainya dengan raut wajah yang tegar.
Nojeng pun langsung menceritakan kronologis keputusan DPP Golkar. ”Saya mendengar keputusan DPP Golkar di Singapura. Saat saya disampaikan, saya pun manggut dan sudah nyatakan tekad siap melaksanakan instruksi partai,” papar Nojeng.
Disinggung aksi perlawanan  puluhan pendukungnya dan pembakaran simbol-simbol partai beringin, Nojeng mengaku tidak mengetahui sama sekali aksi tersebut. Justru dirinya yang meminta dihentikan dan meminta pendukungnya untuk bersabar. “Saat kejadian, saya berada di Singapura. Aksi itu spontanitas. Dan ketika saya dilapori ada aksi, langsung saya instruksikan untuk dihentikan dan bersabar karena pasti ada solusi dan hikmah di balik keputusan DPP Golkar,” cerita Nojeng.
Terkait adanya isu perbedaan sikap di internal keluarganya, di mana disebutkan Bupati Gowa Ibrahiim Rewa memainkan dua kartu, Nojeng membantahnya secara lugas. “Tidak ada itu. Semuanya sepakat untuk memenangkan paket Golkar-Golkar,” tegasnya.
Nojeng  juga menyatakan akan menenangkan seluruh pendukung fanatiknya dan memastikan akan mendukung total paket yang diusung Golkar. “Saya masih Ketua DPD II Golkar. Tentu, secara struktural mereka akan patuh. Soal pendukung di luar partai, juga saya jamin akan utuh memenangkan calon yang diusung partai. Saya sudah instruksikan akan menindak tegas kader atau pendukung fanatik saya apabila melakukan aksi yang merugikan kita semua, khususnya partai,” janjinya.
Dengan adanya pernyataan sikap Ketua DPD II Golkar tersebut, Muhiddin Mursali mengharapkan, tidak ada lagi polemik di internal Golkar. “Koordinasi akan secepatnya dilakukan, termasuk mengundang Burhanuddin Baharuddin ke kantor DPD II Golkar untuk rekonsiliasi dengan mengundang segenap keluarga besar Golkar,” jelasnya.
Lalu, bagaimana peluang jika Bur-Nojeng berpaket? Manager Strategis Pemenangan Indonesia Timur, Jaringan Survei Indonesia (JSI), Irfan Jaya yang dikonfirmasi via handphonennya malam tadi, menegaskan bahwa jika Bur-Nojeng berpasangan, maka Pemilukada di Takalar tidak seksi lagi. Lanjut Irfan, pasangan ini, praktis tidak diperhadapkan pada perjudian besar. Bahkan, Irfan menegaskan, jika tidak ada kecelakaan politik yang luar biasa, maka Bur-Nojeng hampir pasti memimpin Takalar, lima tahun ke depan.
Pernyataan senada disampaikan pengamat politik UIN Alauddin, Muhammad Firdaus. Doktor muda ini mengatakan, peluang Bur-Nojeng sangat menjanjikan. Hanya saja, ia mengingatkan agar Nojeng betul-betul fokus bekerja untuk memenangkan Pilkada Takalar. “Peluangnya sangat besar,” tandasnya.

Temui Syahrul

Sebelumnya, Ketua DPD II Golkar Takalar, Ibrahim Natsir alias Nojeng, menemui Ketua DPD I Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di rumah jabatan gubernur, Sabtu (26/5). Pertemuan keduanya berlangsung tertutup. SYL yang ditemui Rakyat Sulsel usai pertemuan itu mengatakan, Partai Golkar adalah partai dengan prosedur yang tetap. Sehingga, aturan-aturan dan mekanisme harus tetap dipegang.
“Saya ingin katakan, kita akan pede. Selamat, kalau pegang aturan. Saya melakukan itu di Golkar. Alhamdulillah, sampai sekarang saya yakin jajaran Golkar tahu karakter saya,” ujarnya.
Gubernur Sulsel itu mengungkapkan, muara dari segala tujuan haruslah untuk kepentingan rakyat, bukan hanya jabatan. Salah satunya, Golkar harus normatif.
“Saya berterima kasih. Saya bisa terima Nojeng dan menyampaikan bahwa tetap dalam garis partai. Kami sudah punya komitmen. Insya Allah akan diwujudkan,” ungkapnya.
Syahrul yakin, Bur dan Nojeng bisa menyatukan barisan dan membela kepentingan rakyat.
“Kasi dia bernapas dulu. Mudah-mudahan, tidak ada lagi yang provokatif setelah Nojeng dari sini. Kita harus saling ada empati. Kita dalam satu garis,” urainya.
Sementara, Nojeng yang ditemui, masih enggan berkomentar. Namun, ketika ditanya terkait komitmennya dengan Syahrul, ia hanya menjawab, “Selalu siap, apapun itu.”
“Saya selaluji siap. Gampangji itu,” tambahnya, singkat.
Adakah sikap Nojeng luluh karena pernyataan keras SYL? Seperti yang diberitakan Rakyat Sulsel (baca edisi Sabtu, 26/5) bahwa SYL “murka” lantaran terjadi aksi pembakaran atribut partai beringin di Takalar sebagai bentuk protes atas terpilihnya Bur sebagai calon bupati Takalar dari Golkar. Sikap itu kemudian membuat sang “komandan” mengeluarkan pernyataan tegas. Ia mengingatkan Nojeng untuk kembali ke sumbunya.
Terpisah, Bur yang dimintai tanggapannya terkait sikap Ketua DPD II Golkar Takalar, menyatakan area ini masih berada di tangan DPP serta menunggu masukan dari DPD I Golkar. “Saya masih menunggu arahan DPP Golkar yang masih terus memantau perkembangan tiap menit kondisi Takalar, khususnya di internal Golkar termasuk DPD I. Tentu seluruh kader siap melaksanakan perintah partai,” urai Bur lewat ponselnya, malam tadi. (yos)

Komentar