oleh

Warga Keluhkan PLTD Bakaru – Parepare

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Terancam Penyakit Pernafasan Akut

RAKYAT SULSEL — Sejumlah warga Elle Kalukue kelurahan Bumi Harapan, terancam penyakit gangguan pernapasan akut. Seperti Asma dan Bronhitis. Potensi adanya gejala penyakit ini mulai dirasakan warga, setelah pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bakaru.
Abd.Rahman, warga sekitar lingkungan Elle kalukue ini mengatakan, sejumlah warga di perkampungan itu mulai merasakan adanya gejala gangguan penyakit seperti pernapasan, dan gatal-gatal sejak pengoperasian PLTD Bakaru.
“Asap yang ditimbulkan serta suara yang bising, sejak mesin Pembangkit PLTD Bakaru itu beroperasi, sangat diresahkan warga. Sejumlah warga disekitar pemukiman di Elle kalukue juga mulai merasakan adanya gangguan pernapasan,” keluh warga Elle kalukue ini.
Terkait hal ini, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Parepare dr.Andi Besse Dewagong M.Kes melalui Kepala Bidang Penanggulangan dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) H.Halifah, mengaku belum mengetahui hal itu, pihaknya masih akan menghubungi Pelayanan Puskesmas terdekat diwilayah itu, terang Halifah dihubungi Rakyat Sulsel kemarin.
Menurut Halifah, indikasi adanya gejala gangguan pernapasan akut, sangat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, seperti asma. Bronhitis, gatal-gatal, mata perih, gangguan penglihatan, dan dan pendengaran.
“Jika volume pencemaran udara itu tinggi, maka proses itu bisa saja menimbulkan keracunan, yang disebabkan dari Karbondioksida yang keluar dari mesin akibat dari proses pembakaran,” kata Halifah.
“Dalam kadar tertentu karbondioksida itu juga dapat mempengaruhi proses perkembangan tumbuhan produktif masyarakat yang setiap saat dikonsumsi dan dapat menimbulkan keracunan,” Kadis Kesehatan Parepare ini.
Pihak Dinas kesehatan mengaku akan serius menanggapi hal ini, Halifah berjanji akan melakukan koordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup terkait permasalahan yang dialami warga ini.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Parepare Drs. Mang Arfah melalui Kepala Bidang pengawasan Rasak, yang dihubungi kemarin, tidak dapat memberikan tanggapan apa-apa terkait hal itu, Rakyat Sulsel yang beberapa kali menghubunginya melalui telepon seluler namun tidak diangkat.
Kepala Perencanaan PLN Bakaru, Risal saat dihubungi, juga tidak penjelasan terkait hal ini, namun informasi yang berkembang mesin pembangkit PLTD-Bakaru itu sudah beroperasi sejak 6 bulan terakhir. (K2/dj/C)

Komentar