oleh

Tiga Terpidana Korupsi Raskin Belum Dieksekusi

Editor : rakyat-admin-Daerah-

Jaksa Tunggu Putusan Pengadilan Tipikor Makassar

RAKYAT SULSEL — Kejaksaan Negeri Palopo belum melakukan eksekusi terhadap tiga terpidana kasus dugaan korupsi beras miskin (Raskin), yang menyeret pejabat Pemerintah Kota Palopo menjadi tersangka. Mereka masing-masing Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ramlan, Sekretaris Camat Wara Selatan, Hartati dan Lurah Sampoddo Zainuddin Layla. Sebelumnya, Pengadilan Tipikor Makassar sudah memvonisi terdakwa, sejak 13 Februari lalu.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Palopo, yang juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus itu, Ashari Syam, mengaku belum dilakukan penahanan karena masih menunggu ekstrak putusan Pengadilan Tipikor yang hingga kini belum juga diterimanya.
“Kami (jaksa) dituntut untuk segera menahan terpidana namun kami terhambat dengan ekstrak putusan Pengadilan Tipikor. Selama belum kami terima suratnya kami tidak bisa melakukan eksekusi. Padahal, jika vonis sudah dilakukan Pengadilan Tipikor berkewajiban mengeluarkan surat itu,” tegas Ashri kepada Rakyat Sulsel, Jumat (25/5) kemarin.
Vonis ketiga pejabat yang masih aktif itu bervariasi, ada yang 3 hingga 4 bulan. Ramlan dituntut delapan bulan penjara dan denda Rp2,5 juta subsider empat bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sementara dua pejabat lainnya, yakni Hartati (Sekretaris Kecamatan Wara Selatan) dan Zainuddin Laila (Lurah Sampoddo), masing-masing divonis tiga bulan penjara dari tuntutan lima bulan dan denda Rp2,5 juta subsider empat bulan penjara.
Kejaksaan Negeri Palopo sebelumnya menetapkan tersangkan secara kolektif. Dari 21 tersangka, 18 lurah yang menjadi tersangka dan dua mitra bulog serta satunya seorang LSM pendamping Raskin Kota Palopo. Para terpidana sudah mendapat vonis dan menjalankan hukuman sesuai vonsi hakim Pengadilan Negeri Palopo. (k6/dj/C)

Komentar