oleh

TERKAIT VONIS KETUA PPP ENREKANG 8 BULAN

Editor : rakyat-admin-HL-

Pulang Kunjungan Kerja, Anggota DPRD
Langsung Masuk Rumah Tahanan

RAKYAT SULSEL — PULANG dari kunjungan kerja di Jakarta, Rubing bukannya berwajah sumringah. Maklum saja, anggota DPRD Enrekang ini bukannya dijemput oleh sanak keluarganya tapi justru oleh petugas dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang. Dia ditangkap dan dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan).
Rubing yang juga ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ditangkap oleh Kejari Enrekang yang dibantu Kejari Maros di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Kamis (25/5) pukul 19.00 Wita. Dia diamankan saat baru turun dari pesawat setelah mengikuti kunjungan kerja di Jakarta.
Penangkapan Rubing dipimpin langsung Kepala Kejari (Kajari) Enrekang, Joeli Sulistiyanto. Kepada wartawan, Joeli mengaku, saat ini Kejari telah menahannya di Rutan Enrekang. “Kira-kira pukul 1 malam dia sudah ditahan di sana,” terang Kajari.
Dia mengakui, untuk mengeksekusi Rubing, Kejari telah banyak melakukan usaha. Maklum, dia sudah ditetapkan DPO terkait keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan yang bersangkutan bersalah dan dijatuhi hukuman 8 bulan penjara dalam kasus kecelakaan lalulintas.
Salah satu upaya Kejari adalah meminta bantuan kepada pimpinan DPRD Enrekang agar dapat memberi tahu keberadaan Rubing yang sebenarnya. Pemanggilan berulang kali telah dilakukan lewat pimpinan DPRD Enrekang dalam rangka menghargai institusi. Apalagi terpidana itu, seorang pejabat publik yang memiliki atasan. Sehingga mau tidak mau, semuanya harus berjalan sesuai aturan. “Pak Rubing itu punya atasan. Saya panggil lewat bantuan pimpinan,” kata Joeli dengan nada yang keras.
Namun usaha itu tidak berhasil. Pimpinan DPRD Enrekang justru dianggap berupaya melindunginya. Terbukti, surat tugas Rubing keluar daerah mengikuti kegiatan dari pimpinan dewan tetap ada. Ironisnya lagi, justru pimpinan dewan sendiri melakukan kunjungan kerja ke luar daerah bersama terpidana. “Pimpinan DPRD juga bisa kena hukuman, karena melindungi terpidana. Saya sebenarnya kecewa dengan pimpinan dewan. Seharusnya, kita sesama pejabat kerjasama bukan saling menutupi yang tidak benar,” ungkapnya.
Pencarian Rubing itu terkait keluarnya putusan Mahkama Agung (MA), menyatakan terdakwa bersalah dan dijatuhi hukuman 8 bulan penjara.
Rubing sebelumnnya dijatuhi vonis delapan bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Enrekang. Penjatuhan vonis oleh hakim, karena Rubing dinilai terbukti melakukan tindak pidana. Kesalahan Rubing menyebabkan seorang warga Kecamatan Maiwa bernama Muh. Husen meninggal dunia, saat kecelakaan lalulintas. Saat itu, korban tertabrak oleh mobil dinas DPRD Enrekang jenis Mitsubishi Kuda DD 42 V yang dikemudikan Rubing. (*)

Komentar