oleh

Hybrid Mulai Ramaikan Pasar Mobil Sulsel

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis-
ilustrasi Hybrid

RAKYAT SULSEL — Tingginya konsumsi bahan bakar seiring banyaknya pengguna kendaraan menjadi masalah tersendiri karena menambah biaya subsidi yang harus di keluarkan oleh pemerintah. Solusi penghematan bahan bakar menjadi prioritas utama pemerintah, karena itu mobil efisien bahan bakar, seperti Hybrid dinilai menjadi solusi yang paling tepat.

Hal ini dikemukakan  oleh Supervisior PT Hadji Kalla (Kalla Toyota), Yudi Yunus, saat ditemui di kantornya,Trans Studio Mall, Jl Metro Tanjung Bunga Makassar.

Di indonesia populasi Toyota Hybrid Camry baru sekitar 50 unit, sementara untuk Makassar sendiri Toyota Camry baru dua unit yang masuk dan telah laku terjual di pameran otomotif Panin Auto Show beberapa hari lalu.

Tren pengguna mobil Hybrid kedepan akan ramai, karena hybrid menjadi solusi bijak mobil hemat bahan bakar ditengah-tengah kelangkaan BBM.

Mesin hybrid bekerja dengan menggunakan bahan bakar cair dan listrik. Fitur ini, menjadikan konsumsi bahan bakar mobil ini, lebih hemat, efisien, dan ramah lingkungan. Teknologi mobil hybrid menggabungkan dua buah tenaga dari motor listrik dan mesin bensin yang menggunakan sistem mesin seri serta paralel. Sistem ini mampu secara konstan mengatur rasio tenaga motor bensin atau listrik ke roda, dan mobil dapat digerakkan hanya dengan motor listrik.

Dengan penggabungan seri dan paralel, sistem mesin hybrid menggunakan baterai Ni-MH 201,6 Volt, yang dapat di-charge selama 1,5 jam dengan daya listrik 240 VAC. Sistem kerja mesin hybrid adalah mesin akan mati saat mobil berhenti, dan akan hidup bila dijalankan dengan menyedot tenaga dari baterai. Akibatnya, asupan bensin sangat irit.

Saat melakukan deselarasi (pengereman), energi tersebut digunakan untuk pengisian baterai, sehingga penggunaan teknologi hybrid dapat berjalan dengan baik, efisien energi, dan ramah lingkungan dengan emisi rendah.

Hanya saja, Yudi masih menyangsikan minat konsumen memiliki mobil hybrid lantaran harganya yang masih tinggi. karena tergolong mobil mewah, Toyota Prius saja harganya bisa mencapai Rp 500 jutaan keatas sedangkan camry mencapai Rp600 jutaan keatas.

Yudi berharap pemerintah memudahkan ruang gerak pemasaran mobil hibrid dalam hal pasokan dan pengaturan pajak yang terjangkau, agar mobil ini bisa konsuntif di masyarakat, sehingga program pemerintah menghemat BBM bisa lebih terbantu.

Sementara itu rencana BI soal DP 30 persen, Yudi menyatakan ini bisa memperlambat volume penjualan kendaraan, karena semakin membuat masyarakat membeli kendaraan, terutama uang muka.

“Untuk menghadapi pasar kedepan kami akan membuat mobil ekonomis, irit, mewah. seperti mobil yang sudah di produksi bekerjasama dengan perusahaan otomotif Amarika, mobil Doodge adalah mobil dengan model penggabungan dua jenis kendaraan yaitu mobil sporty dan keluarga, jadi hanya dengan membeli satu kendaraan konsumen bisa merasakan dua fasilitas sekaligus. Selain itu strategi market yang dipersiapkan iyalah dengan mengadakan program-program retention yakni pengenalan produk untuk lebih mendekatkan kepada masyarakat seperti sefety drife,” ungkap yudi. (RS10/una/C)

Komentar