oleh

Di Depan Ribuan Mahasiswa, JK Sindir Ilham “Minta Bersihkan Kota Makassar Yang Kotor”

Editor :rakyat-admin-Berita, HL
Mantan Wakil Presiden RI yang juga Ketua Umum PMI Jusuf Kalla didampingi Pembina Harian Rakyat Sulsel HM Alwi Hamu meninggalkan Baruga Andi Pangeran Pettarani Makassar Jumat (25/5).

RAKYAT SULSEL — Mantan Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla, sempat menyindir kandidat gubernur dari Partai Demokrat, Ilham Arief Sirajuddin. Sindiran itu diucapkan di depan 3.086 mahasiswa dari 14 fakultas Universitas Hasanuddin yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Baruga Andi Pangeran Pettarani Makassar, Jumat (25/5).
Sindiran itu muncul ketika Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini memberi semangat bagi para mahasiswa. Ketua Ikatan Alumni Unhas ini mengatakan, dirinya adalah lulusan Unhas yang dulu masih disebutnya sebagai kampung. Meski berasal dari kampung, tapi bisa jadi wakil presiden. Makanya JK  tidak pernah menyarankan anaknya untuk sekolah ke luar negeri. “Karena dimana pun sekolahnya dan apa pun pendidikan terakhirnya,  yang penting adalah semangatnya, maka bisa jadi pemimpin” tegas JK.
Saat menyinggung soal semangat, JK yang asli Bone ini menunjuk Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang berencana maju sebagai Gubernur Sulsel periode 2013-2014. “Dia ini orang lama, tapi punya semangat baru,  sayang Makassar kotor, harus dibersihkan. kalau saya sarankan, ajaklah mahasiswa yang akan KKN ini untuk bergotong royong untuk membersihkan kota,” kata JK yang disambut senyum Ilham dan riuh mahasiswa.
Bahkan di hadapan semua mahasiswa, JK menuturkan, semua orang bisa jadi pemimpin, asalkan bisa mengelolah atau memenej apa yang dikerjanya dan tentunya bertanggung jawab, karena inti menjadi seorang pemimpin adalah disiplin dan semangat untuk maju serta berubah.
JK yang hadir didampingi Pembina Harian Rakyat Sulsel, HM Alwi Hamu, yang banyak menjadi dan memberi motivator pada mahasiswa tersebut bahkan menceritakan, jika semasa dia kuliah dulu, dirinya pernah membuat masa orientasi modal usaha (Moda) dan dengan semangat dan membangun spirit akhirnya sekarang bisa jadi pemimpin beberapa usaha di Makassar. “Lihat saja, Alwi Hamu dengan Graha Penanya, Aksa Mahmud dengan Menara Bosowanya, saya dengan Menara Kalla. Ini semua dibangun dengan keuletan, ketekunan dan semangat yang kuat. Kalaupun sekarang ada semangat baru, itu punya Ilham,” serunya.
JK juga menuturkan, jika ingin menjadi seorang pemimpin tidak hanya bermodal pendidikan, tapi dari KKN yang dilakukan oleh para mahasiswa nantinya akan berbuah pengalaman. Dengan pengalaman yang ada, semangat yang membara akan menjadi yang terbaik agar tangan ke atas bukan ke bawah.
“Di dunia ini tidak ada yang gampang. Mau jadi pemimpin harus juga kreatif. Tidak ada yang gratis. Jangan pernah merasa rendah diri. Karena kemauan tidak bisa diajarkan, itu kemampuan diri, sehingga semangat itu tidak boleh hilang dan tidak pernah berhenti untuk belajar,” jelasnya.
Di akhir motivasi yang disampaikan suami Mufidah ini menyampaikan sebuah harapan, yaitu, semua orang bisa jadi pemimpin, asal mampu mengelola, bertanggung jawab, disiplin. “Tapi yang pasti semua harus bersih, tidak kotor dan kumuh, jika ini terjadi, maka hasilnya juga akan kumuh dan kotor,” pungkas JK.(RS9/lin)

Komentar