oleh

Sisi Lain di Balik Tragedi Bilibili “Kisah Cinta Fadli-Sherly bak Romeo-Juliet”

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Berita, HL-

RAKYAT SULSEL — MANUSIA berencana, Tuhan menentukan. Pameo lama ini, tampaknya berlaku bagi tiga korban tragedi Bilibili. Mereka adalah Fadli Gazali (23), Sherly Corolina (23), dan Andi Nurjihad (23). Ketiganya adalah rekan kerja yang sangat kompak di Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar

JUMAT (18/5), sore. Cuaca di Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Gowa, cerah. Namun, nun jauh, bagian hulu sungai, dikabarkan terlihat mendung. Tidak ada tanda-tanda bakal datang sebuah petaka. Pun tidak ada sinyal akan terjadi “tsunami” dadakan.
Beberapa pegawai yang memanfaatkan libur panjang, bersuka ria. Mereka larut dalam canda dan tawa. Kebetulan, memang, mereka lagi liburan.  Di tengah tawa, beberapa di antara anggota rombongan tadi menyempatkan diri untuk mengabadikan momen kebersamaan itu. Ya, berfoto bersama. Nah, Fadli alias Chali, Sherly, dan Nurjihad, adalah tiga diantara mereka yang ingin mengabadikan momen “rekreasi bersama” itu.
Kebetulan, suasana alam pun sangat memancing untuk foto bersama. Begitu indah. Saat mencari lokasi tepat untuk mengabadikan kebersamaan mereka, petaka itu datang. Berdasarkan informasi yang dihimpun Rakyat Sulsel, tiba-tiba datang air bah. “Seperti tsunami,” tandas seorang rekan korban yang enggan disebut identitasnya.
Tak ayal, Chali dan Sherli tersapu arus sungai. Chali saat itu langsung menghilang. Ia hanyut. Tetapi, Sherly sempat muncul di depan Andi Nurjihad. Melihat rekannya terbawa arus, Nurjihad pun tanpa berpikir panjang langsung melompat untuk menyelamatkan Sherly. Sayangnya, nasib berkata lain. Nurjihad juga terbawa arus deras. Ia pun tewas.
Gazali alias Chali, memang terlebih dahulu ditemukan. Chali ditemukan Jumat, malam. Sempat dilarikan ke rumah sakit tapi takdir berkata lain. Ia tak tertolong lagi. Dua rekannya; Sherly dan Nurjihad, ditemukan Sabtu (19/5), dini hari.
Muh Amin, salah seorang rekan ketiga korban, tak kuasa menahan sedih. Ia mengaku terpukul. Rekan kerjanya yang sangat dikaguminya telah pulang selama-lamanya. Lebih menyedihkan lagi, tiga terkannya pergi sekaligus. “Tiga tempat kita kosong sekaligus,” tandasnya, sedih.
Amin yang ditemui Rakyat Sulsel kemarin, mengungkapkan bahwa ketiga rekannya itu adalah teman sekaligus saudara yang baik. “Mereka sangat patuh. Tidak pernah menolak jika kita meminta sesuatu untuk dikerjakan. Mereka juga kompak,” urainya dengan mata berkaca-kaca mengenang adik-adiknya itu.
Bagi Amin,–demikian ia akrab disapa–baik Chali, Sherly, dan Jihad, adalah pegawai yang berdedikasi tinggi. “Mereka satu tim dengan saya. Mereka adalah adik-adikku yang punya potensi ke depan,” tandas Amin yang juga bertugas di Dinas Tata Ruang dan Bangunan, Makassar.

Cinta Mati
Tragedi Bilibili, juga menyisahkan cerita tersendiri. Chali dan Sherly, disebut-sebut sebagai sepasang kekasih. Mereka begitu akrab. Juga, kompak dan saling pengertian. Mereka juga sangat dewasa dalam membawa diri dan bergaul.
Beberapa rekan korban yang dikonfirmasi, membenarkan. “Mereka memang pacaran. Bahkan, pernah suatu ketika, mereka berjanji akan sehidup semati. Ternyata, takdir memang membawa mereka sehidup semati,” tandas rekan korban lainnya. “Ya, seperti kisah Romeo and Juliet,” tandas beberapa warga yang mendengar kisah mereka.
Rakyat Sulsel yang mencoba menelusuri keberadaan Chali dan Sherly di facebook, memang menemukan status mereka. Di status Chali, tertulis; bertunangan dengan Sherly. Di facebook mereka, Rakyat Sulsel juga menemukan foto-foto, termasuk bersama rekan-rekan mereka. “Sedih sekali. Tak percaya, mereka pergi begitu cepat,” tandas Amin, geleng-geleng kepala seakan tak percaya akan peristiwa menyedihkan itu. Ya, lagi-lagi; manusia hanya bisa berencana. Tuhan lah yang menentukan. (*)

Komentar