oleh

Nawir Bungkam “Besok, Demokrat Klarifikasi”

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Berita-

RAKYAT SULSEL — ANDI Nawir Pasinringi kembali bungkam soal majunya di Pilgub Sulsel 2013 nanti. Mantan bupati Pinrang dua periode itu disebut-sebut bakal berpaket dengan Bupati Sinjai Rudiyanto Asapa. Nawir masih menutup rapat-rapat kabar tersebut, terlebih menanggapi ancaman pemecatan dari Partai Demokrat Sulsel.
“Bapak (Andi Nawir, Red) belum mau berkomentar,” lugas orang terdekat Andi Nawir saat dihubungi Rakyat Sulsel, malam tadi.
Sebelumnya, elit partai Demokrat Sulsel berang dengan kadernya Andi Nawir yang bakal berpaket dengan Rudiyanto Asapa. Sanksi hingga pemecatan sudah disiapkan bagi kader yang ‘mbalelo’ melawan kebijakan partai. Seperti diketahui, Demokrat Sulsel hanya mendukung Ilham Arief Sirajuddin sebagai Cagub Sulsel 2013-2018.
Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah menyatakan masalah Andi Nawir sudah lama diendus oleh pengurus DPD Sulsel, jauh sebelum kabar tersebut merebak. Untuk itu, pihaknya akan melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan karena Partai Demokrat telah merekomendasikan Ilham Arief Sirajuddin sebagai gubernur, dan kalaupun nantinya Andi Nawir akan maju sebagai wakil pasangan Rudiyanto harus mendapat persetujuan dari partai.
“Yang jelas siapa yang membangkang terhadap keputusan partai, apalagi melawan akan dipecat, karena Partai Demokrat tidak mau ada pengacau dalam partai,” ancamnya saat diklarifikasi, kemarin.
Ni’Matullah juga menjelaskan, saat ini DPD Partai Demokrat telah melakukan pemanggilan terhadap Andi Nawir untuk melakukan klarifikasi terkait apa yang menjadi polemik selama ini.  “Kita sudah panggil dia untuk klarifikasi, namun yang bersangkutan tidak hadir, dan Senin (21/5) nanti,  kita akan panggil kembali. Kalaupun nantinya dia bungkam lagi, ini dianggap sebagai perlawanan,” kesal Ni’matullah.
Ketua Frakai  Demokrat DPRD Sulsel ini juga mengimbau, agar kiranya Andi Nawir menghadiri pemanggilan dirinya karena, DPD Demokrat Sulsel cuma ingin tahu, apakah betul dirinya akan maju sebagai wakil mendampingi Rudiyanto?. “Kita tidak mau menjustifikasi dengan melihat satu sisi saja, kita maunya ada keterangan jelas dari bersangkutan untuk mengetahu persis,” harapnya.
Pria alumni Unhas ini juga berharap, kalau pun nantinya Andi Nawir menyatakan siap, sebaiknya dirinya menyatakan mundur dari kepengurusan Partai Demokrat, sebelum partai mengeluarkan sikap tegas. “Kalaupun masalah ini benar adanya, DPD Demokrat akan melaporkan masalah ini ke DPP untuk mendapat putusan, apalagi melihat Demokrat sudah mendukung IA (Ilham-Aziz). Jangan sampai ada benalu dalam selimut untuk menggerogoti kekuatan IA yang didukung penuh Demokrat,” tanyanya.
Terpisah, Pengamat politik Unhas Andi Haris melihat hal yang dilakukan Andi Nawir akan membuat bangunan kokoh Ilham di Demokrat akan runtuh, karena figur Andi Nawir yang juga mantan bupati Pinrang  ini merupakan rival Ilham dalam Musda Demokrat beberapa waktu lalu, yang merasa dipencundangi Ilham “Saya rasa ini merupakan bahaya besar bagi Ilham, karena dilihat Andi Nawir merupakan orang yang memiliki peranan besar dalam Demokrat,” paparnya.
Dimana dari Musda yang lalu, menurutnya,  Andi Nawir berhasil meyakinkan 18 DPC sebagai timnya untuk mendorong dia maju pada Musda Partai Demokrat 2010 lalu. “Nah, kalau pun ini semuanya benar, nantinya Ilham akan mengalami pemecahan suara yang cukup signifikan dan akan berakibat fatal pada suksesi Pilgub 2013,” tambahnya.
engamat politik UIN Alauddin Firdaus Muhammad menambahkan,  niat Andi Nawir maju mendampingi Rudiyanto sah-sah saja. Namun perlu juga dilihat posisinya sebagai kader Demokrat lebih berpotensi mengembosi Ilham selaku Ketua DPD Demokrat Sulsel  yang maju sebagai Cagub.
“Tampaknya posisi Andi Nawir kurang menjanjikan karena tidak didukung partainya. Jika kemudian maju dan berhasil mendapat simpati Demokrat justru menjadi bukti bahwa Nawir menjadi pemecah suara partainya. Popularitas dan elektabilitas Andi Nawir juga tentunya masih rendah dibanding Agus atau Azis sebagai calon wakil gubernur. Yang jelas kalau Andi Nawir akan maju, maka besar kemungkinan basis suara Demokrat akan terpecah,” lugasnya mengingatkan.(RS6/al/E)

ANDI Nawir Pasinringi kembali bungkam soal majunya di Pilgub Sulsel 2013 nanti. Mantan bupati Pinrang dua periode itu disebut-sebut bakal berpaket dengan Bupati Sinjai Rudiyanto Asapa. Nawir masih menutup rapat-rapat kabar tersebut, terlebih menanggapi ancaman pemecatan dari Partai Demokrat Sulsel.
“Bapak (Andi Nawir, Red) belum mau berkomentar,” lugas orang terdekat Andi Nawir saat dihubungi Rakyat Sulsel, malam tadi.
Sebelumnya, elit partai Demokrat Sulsel berang dengan kadernya Andi Nawir yang bakal berpaket dengan Rudiyanto Asapa. Sanksi hingga pemecatan sudah disiapkan bagi kader yang ‘mbalelo’ melawan kebijakan partai. Seperti diketahui, Demokrat Sulsel hanya mendukung Ilham Arief Sirajuddin sebagai Cagub Sulsel 2013-2018.
Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah menyatakan masalah Andi Nawir sudah lama diendus oleh pengurus DPD Sulsel, jauh sebelum kabar tersebut merebak. Untuk itu, pihaknya akan melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan karena Partai Demokrat telah merekomendasikan Ilham Arief Sirajuddin sebagai gubernur, dan kalaupun nantinya Andi Nawir akan maju sebagai wakil pasangan Rudiyanto harus mendapat persetujuan dari partai.
“Yang jelas siapa yang membangkang terhadap keputusan partai, apalagi melawan akan dipecat, karena Partai Demokrat tidak mau ada pengacau dalam partai,” ancamnya saat diklarifikasi, kemarin.
Ni’Matullah juga menjelaskan, saat ini DPD Partai Demokrat telah melakukan pemanggilan terhadap Andi Nawir untuk melakukan klarifikasi terkait apa yang menjadi polemik selama ini.  “Kita sudah panggil dia untuk klarifikasi, namun yang bersangkutan tidak hadir, dan Senin (21/5) nanti,  kita akan panggil kembali. Kalaupun nantinya dia bungkam lagi, ini dianggap sebagai perlawanan,” kesal Ni’matullah.
Ketua Frakai  Demokrat DPRD Sulsel ini juga mengimbau, agar kiranya Andi Nawir menghadiri pemanggilan dirinya karena, DPD Demokrat Sulsel cuma ingin tahu, apakah betul dirinya akan maju sebagai wakil mendampingi Rudiyanto?. “Kita tidak mau menjustifikasi dengan melihat satu sisi saja, kita maunya ada keterangan jelas dari bersangkutan untuk mengetahu persis,” harapnya.
Pria alumni Unhas ini juga berharap, kalau pun nantinya Andi Nawir menyatakan siap, sebaiknya dirinya menyatakan mundur dari kepengurusan Partai Demokrat, sebelum partai mengeluarkan sikap tegas. “Kalaupun masalah ini benar adanya, DPD Demokrat akan melaporkan masalah ini ke DPP untuk mendapat putusan, apalagi melihat Demokrat sudah mendukung IA (Ilham-Aziz). Jangan sampai ada benalu dalam selimut untuk menggerogoti kekuatan IA yang didukung penuh Demokrat,” tanyanya.
Terpisah, Pengamat politik Unhas Andi Haris melihat hal yang dilakukan Andi Nawir akan membuat bangunan kokoh Ilham di Demokrat akan runtuh, karena figur Andi Nawir yang juga mantan bupati Pinrang  ini merupakan rival Ilham dalam Musda Demokrat beberapa waktu lalu, yang merasa dipencundangi Ilham “Saya rasa ini merupakan bahaya besar bagi Ilham, karena dilihat Andi Nawir merupakan orang yang memiliki peranan besar dalam Demokrat,” paparnya.
Dimana dari Musda yang lalu, menurutnya,  Andi Nawir berhasil meyakinkan 18 DPC sebagai timnya untuk mendorong dia maju pada Musda Partai Demokrat 2010 lalu. “Nah, kalau pun ini semuanya benar, nantinya Ilham akan mengalami pemecahan suara yang cukup signifikan dan akan berakibat fatal pada suksesi Pilgub 2013,” tambahnya.
engamat politik UIN Alauddin Firdaus Muhammad menambahkan,  niat Andi Nawir maju mendampingi Rudiyanto sah-sah saja. Namun perlu juga dilihat posisinya sebagai kader Demokrat lebih berpotensi mengembosi Ilham selaku Ketua DPD Demokrat Sulsel  yang maju sebagai Cagub.
“Tampaknya posisi Andi Nawir kurang menjanjikan karena tidak didukung partainya. Jika kemudian maju dan berhasil mendapat simpati Demokrat justru menjadi bukti bahwa Nawir menjadi pemecah suara partainya. Popularitas dan elektabilitas Andi Nawir juga tentunya masih rendah dibanding Agus atau Azis sebagai calon wakil gubernur. Yang jelas kalau Andi Nawir akan maju, maka besar kemungkinan basis suara Demokrat akan terpecah,” lugasnya mengingatkan.(RS6/al/E)

Komentar