oleh

Raskin Dialihkan, Honor Disetop Pula – Maros

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Berita, HL-

Kasus Guru Mengaji di Maros

RAKYAT SULSEL — Hanya gara-gara menanyakan jatah raskin, seorang warga di Maros harus kehilangan dua sumber penghasilan sekaligus. Sudah lima bulan, dia tidak mendapat jatah beras untuk rumah tangga miskin (Raskin). Honornya sebagai guru mengaji juga disetop.

WARGA Dusun Bahagia, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu itu bernama Andi Aisyah. Jatah raskin dan honor guru mengaji itu kabarnya disetop secara sepihak oleh kepala desanya.

Kepada FAJAR, Jumat 18 Mei, Aisyah menuturkan, bahwa kasusnya bermula sekira November 2011. Saat itu, dia mempertanyakan jatah raskin untuk dirinya kepada Kepala Desa Bonto Manurung, M Aris. Pasalnya, sudah berkali-kali dia tidak mendapat jatah.

“Waktu itu, kades bilang saya tidak berhak dapat raskin lagi karena saya punya sawah. Saya kemudian bertanya, bagian saya lalu dikemanakan,” kisahnya seperti yang termuat di fajar.co.id.

Pertanyaan itu membuat sang kades tersinggung. Aris kemudian mengancam menghentikan honornya sebagai guru mengaji jika terus menanyakan jatah raskin. Ancaman itu terbukti. Sejak Desember 2011, Aisyah tak lagi menerima honor.

Mahmud, salah seorang kemenakan Aisyah, mengaku heran dengan keputusan sepihak kepala desa. Menurutnya, penghentian honor guru mengaji tersebut adalah bentuk arogansi.

FAJAR berusaha mengonfirmasi persoalan ini kepada M Aris, kemarin. Sayangnya yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. Telepon selulernya tidak aktif. Pesan singkat yang dikirim juga belum dibalas.(*)

Komentar