oleh

Proyek MRT Tak Selalu Menguntungkan

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Ekonomi & Bisnis, HL-
Proyek Mass Rapid Transit (MRT) berbasis monorel di Bandung yang dicanangkan Jusuf Kalla (JK) melalui Grup Hadji Kalla, sudah tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS). Selain itu, proyek serupa sedang disiapkan di Makassar, Sulawesi Selatan.

RAKYAT SULSEL — Proyek Mass Rapid Transit (MRT) berbasis monorel di Bandung yang dicanangkan Jusuf Kalla (JK) melalui Grup Hadji Kalla, sudah tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS). Selain itu, proyek serupa sedang disiapkan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Halim Kalla yang merupakan adik kandung Jusuf Kalla mengungkapkan proyek monorail maupun MRT tidak selalu bisa menghasilkan keuntungan. Namun proyek ini sangat bermanfaat bagi publik.

“Yang di Bandung sudah proyek studi, MRT dimana-mana tidak selalu menguntungkan. Mudah-mudahan potensi bisnis itu (MRT) bisa menguntungkan, kalau bisa, ya diterusin,” ungkap Halim di Jakarta, Jumat (18/5/12).

Halim mengungkapkan untuk proyek MRT ini, pihaknya akan menggunakan teknologi yang lebih murah. Untuk pembangunan proyek semacam ini, pihaknya membutuhkan dana yang cukup besar.

“Saya belum tahu investasinya berapa, tapi kalau angkanya Rp 1 triliun, itu kayaknya berat. Tapi kita akan mencari teknologi yang lebih murah,” tambahnya.

Anggota Komisi VII DPR-RI ini juga mengatakan potensi pembangunan proyek monorel di Bandung ini cukup besar. Menurut Halim, monorel itu banyak diperuntukkan untuk tarnsportasi kegiatan ekonomi massal di kota-kota padat seperti Bandung maupun Makassar.

“Kalau yang di Makassar kan itu kampung halaman saya,” kata Halim seraya tersenyum.

Seperti diketahui, Jusuf Kalla melalui bendera perusahaannya PT Hadji Kalla merencanakan membangun proyek monorail di Bandung, setelah sebelumnya proyek yang sama disiapkan dibangun di Makassar sepanjang 30 Km dengan perkiraan investasi sebesar Rp 4 Trilliun.

Rencananya gerbong kereta dan sistemnya merupakan rakitan PT Bukaka Teknik Utama, anak perusahaan PT Hadji Kalla. Sementara konstruksinya juga akan dikerjakan oleh PT Bumi Karsa yang masih bagian Kalla Group. Seluruh tenaga kerja juga akan diserap dari tenaga kerja asli Indonesia. (dtf/una)

Komentar