oleh

Pemerintah Minta Perusahaan Migas Tak Pelit Nyumbang

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Ekonomi & Bisnis-

RAKYAT SULSEL — Pemerintah meminta agar kontraktor minyak dan gas (migas) asing dan dalam negeri yang tergabung dalam Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) migas supaya meningkatkan anggaran untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat (CSR) di daerah eksplorasi.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana mengatakan anggaran CSR dari industri hulu migas masih minim, terutama jika dibandingkan dengan besarnya kontribusi sektor tersebut terhadap penerimaan negara.

“Sebagaimana diketahui bahwa saat ini anggaran CSR dari seluruh KKKS masih terbatas dan jumlahnya hanya sekitar Rp 500 miliar per tahun. Dengan penerimaan negara yang disetorkan dari industri hulu migas yang mencapai Rp 280 triliun per tahun, maka selayaknya anggaran CSR setidaknya mencapai Rp 2 triliun per tahun,” ujar Gde dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (18/5).

Meskipun anggaran CSR dari industri hulu migas masih perlu ditingkatkan, program CSR harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekiar area operasi.

Gde menambahkan bahwa anggaran CSR sangat dibutuhkan untuk program-program pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi masyakat di daerah operasi migas serta meminta perusahaan Kontraktor KKS untuk meninggalkan kegiatan CSR yang bersifat philantropic atau charity untuk diganti dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Dengan demikian maka kegiatan CSR ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan ekonomi yang ditemui di sekitar daerah operasi migas. Pengurangan kesenjangan ini pada gilirannya diharapkan dapat mengurangi gangguan-gangguan masyarakat pada kegiatan operasi,” tutupnya. (dtf/una)

Komentar