oleh

Legislator Tuding Dua PLTMH Lutim Fiktif – Malili

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Daerah-

Pembangunan PLTMH Tidak Rampung

RAKYAT SULSEL — Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Suparjo menuding jika dua Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) di Luwu Timur (Lutim) fiktif, hal itu dikarenakan sebagian besar pembangunannya tidak rampung.
“Ada dua PLTMH yang boleh dikatakan fiktif karena sebagian besar pembangunannya itu tidak rampung,” kata Suparjo kepada wartwan Kamis (17/5) malam kemarin.
Dua PLTMH yang dimaksud yakni, PLTMH Bantilang dan PLTMH Mahalona yang sama sekali tidak pernah dinikmati oleh masyarakat, karena pembangunan kedua PLTMH yang menelan anggaran Rp 6 miliar ini tidak rampung.
Sementara beberapa PLTMH yakni, PLTMH Mantadulu, PLTMH Nuha, dan PLTMH Kasintuwu juga sudah tidak berfungsi. Kondisi bangunan kedua PLTMH ini sebagian besar telah rusak. “PLTMH yang hingga kini masih dinikmati masyarakat tinggal PLTMH Batu Putih dan PLTMH Kawata,” terang Suparjo.
Suparjo menambahkan, dirinya mengaku heran dengan sikap aparat penegak hukum. Sebab dirinya dan Fraksi Partai Demokrasi Keadilan (PDK), selalu menghimbau pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.
“Kenapa sampai sekarang tidak ada kejelasan penanganan kasus ini. Olehnya itu, kami minta agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel mengusut kasus ini,” katanya.
“Kalau ada proyek sudah jelas melanggar dan tidak sesuai dengan bestek lalu dibiarkan oleh aparat penegak hukum, maka yang akan menerima konsekuanesinya adalah masyarakat lagi,” pungkasnya.
seperti diketahui sebelumnya, pembangunan tujuh PLTMH yang dianggarkan tahun 2009 lalu ini, menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Tujuh proyek PLTMH ini masing-masing, PLTMH Batu Putih di Kecamatan Burau, PLTMH Bantilang dan PLTMH Mahalona di Kecamatan Towuti, PLTMH Mantadulu di Kecamatan Angkona, PLTMH Nuha di Kecamatan Nuha, PLTMH Kawata di Kecamatan Wasuponda, dan PLTMH Kasintuwu di Kecamatan Mangkutana.
Total anggaran yang digunakan untuk pembangunan tujuh PLTMH ini sebesar Rp 17 miliar lebih yang bersumber dari dana APBD dan APBN. PLTMH yang dibiayai APBN yaitu PLTMH Bantilang dan PLTMH Mahalona. Sementara lima PLTMH lainnya menggunakan dana APBD. (*)

Komentar