oleh

ICW: Jangan Sampai KPK Bertindak Bodoh

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Berita, HL-

PERIKSA NAZARUDDIN

RAKYAT SULSEL — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa mengistimewakan terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games, M Nazaruddin, terkait teknis pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka, Anggelina Sondakh.

Anggota Badan Pekerja Indonesian Corruption Watch (ICW), Donal Fariz, mengatakan, Nazaruddin bukanlah Justice Collaborator (pelaku yang bekerjasama) maupun Whistle Blower (saksi pelapor), sehingga tak layak mendapat keistimewaan.

“Tidak alasan sendikit pun untuk mengistimewakan Nazaruddin, dia bukan JC atau WB. Jadi jangan sampai KPK bertindak bodoh untuk menuruti keinginan-keinginan dia,” ujar Donal, ketika dihubungi, Sabtu (19/5) seperti yang dikutip rakyat merdeka online.

Ditegaskan dia,  KPK tak boleh ragu-ragu untuk menghadapi Nazaruddin. Posisi Nazar, tidaklah sama dengan Yulianis, baik status maupun latar belakangnya sejak awal.

Oleh karenanya, KPK tidak dapat menyamakan antara Yulianis dengan mantan atasannya di Permai Grup itu.

Sebelumnya KPK batal memeriksa Muhammad Nazaruddin sebagai saksi Angelina Sondakh, Selasa (15/5) lalu.

Pengacara Nazaruddin, Junimart Girsang, ketika dihubungi Rakyat Merdeka Online meminta KPK juga memperlakukan Nazaruddin sama seperti perlakuan yang diterima saksi kasus ini yakni Yulianis.

“KPK harus jemput bola donk. Datang ke Cipinang. Kalau perlu periksa Nazar di apartemen seperti Yulianis. Dia (Yualinis) saja bisa, kenapa Nazar
tidak,” kata dia baru baru ini.

Komentar