oleh

BI Kembangkan Sistem Bank ‘Tanpa Kantor Cabang’

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Ekonomi & Bisnis-

RAKYAT SULSEL — Hasil survei yang dilakukan Bank Dunia (World Bank) mengungkapkan 48% dari keseluruhan rumah tangga di Indonesia belum memiliki akses terhadap lembaga keuangan formal termasuk bank.

Letak geografis di Indonesia yang terdiri dari banyaknya pulau-pulau mengakibatkan susahnya akses perbankan menjangkau para masyarakat di daerah terpencil. Hal ini membuat Bank Indonesia (BI) mengembangkan berbagai cara, salah satunya dengan meluncurkan branchless banking alias bank tanpa kantor cabang.

“Menanggapi hal tersebut, perlu dilakukan terobosan untuk mempermudah masyarakat mengakses jasa keuangan khususnya perbankan. Konsep brancless banking menjadi salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah terpencil,” ungkap Gubernur BI Darmin Nasution dalam Kajian Stabilitas Sistem Keuangan Maret 2012 seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Jumat (18/5).

Branchless banking (BB) merupakan strategi distribusi untuk memberikan jasa keuangan tanpa mengandalkan keberadaan kantor cabang bank. Salah satu aspeknya adalah pemanfaatan informasi, komunikasi dan teknologi, yakni penggunaan telepon seluler (mobile banking), point of sale berupa alat gesek kartu yang terhubung dengan terminal atau menggunakan GPRS dan lainnya.

“Aspek lainnya adalah penggunaan agen (outsourcing) juga menjadi trend seperti toko kelontong, penjual pulsa, pom bensin (agent banking) selain kantor pos,” kata Darmin.

Menurut Darmin, satu dekade belakangan BB dengan menggunakan teknologi terutama telekomunikasi selular (dan agen penjual pulsa) menjadi pembicaraan hangat karena sangat sesuai dengan kondisi golongan masyarakat the bottom of the pyramid.

Salah satu bentuk branchless banking yang akhir akhir ini banyak digunakan oleh negara berkembang untuk mengakses masyarakatnya adalah penggunaan mobile money.

“Dimana masyarakat dapat menyimpan uangnya dengan media handphone dan dapat melakukan penyetoran dan penarikan melalui agen-agen yang melakukan kerjasama dengan bank. Beberapa Negara yang telah menerapkan mobile money seperti Kenya dan Philipina,” jelas Darmin.

Darmin menyampaikan, penerapan branchless banking di Indonesia akan lebih cocok menggunakan model hybrid yaitu dipimpin oleh bank sehingga nasabah dapat menikmati semua kelebihan bank namun dengan dukungan perusahaan telekomunikasi sekaligus agen (bank led model).

Penerapannya juga melibatkan BPR maupun lembaga keuangan mikro (LKPD, LPN, BKD, dll). Keterlibatan BPR dan LKM penting sehingga konsep ini menjadikan terjadinya sinergi antara bank dengan BPR dan LKM.

“Namun untuk tahap permulaan, penerapan BB hanya dipebolehkan untuk jasa cash-in/out baik,transfer, pembayaran utilities dan checking, sebagai pilot project,” jelasnya. (dtf/una)

Komentar