oleh

Yagkin, Haris, dan Kadir Siap Menanduk

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Berita-

Posisi Karaeng Masih di Ujung Tanduk

RAKYAT SULSEL — MENJABAT sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Makassar tidak membuat posisi Supomo Guntur aman sebagai calon Wali Kota Makassar usungan Golkar. Kader lainnya, Yagkin Padjalangi, Haris Yasin Limpo, dan Kadir Halid juga mengaku siap bersaing dengan pria yang akrab disapa ‘Karaeng’ itu.
Karaeng memang cukup percaya diri dengan Partai Golkar. Namun dibalik optimistisnya, ada tugas berat yang menanti, meraih target 60 persen suara untuk Syahrul Yasin Limpo di Pilgub Sulsel 2013. Kareang ditarget meraih suara 60 persen di Kota Makassar. Sebuah tugas berat baginya. Jika gagal, calon wali kota Makassar Partai Golkar akan beralih ke kader lainnya?.
“Saya sih menyerahkan semuanya kepada organisasi yang nantinya menentukan. Saat ini saya fokus pada pemenangan Ketua DPD I Golkar, Syahrul yasin Limpo di Pilgub,” akunya kepada Rakyat Sulsel, kemarin.
Diakui Karaeng, dirinya terus menggerakkan mesin politik Golkar dengan melakukan konsolidasi kekuatan mencapai DPD I Golkar menjadi Gubernur Sulsel. “Saya berharap, apa yang saya lakukan nantinya akan berdampak pada posisi untuk menggunakan Golkar sebagai kendaraan politik maju di Pilwalkot Makassar,” harap pria asal Jeneponto ini.
Perebutan calon wali kota usungan Golkar makin menarik, tatkala
kader Golkar lainnya, Yagkin Panjalangi juga menyatakan siap maju di Pilwalkot Makassar 2013-2018 dengan menggunakan kendaraan politik yang sama.
“Saat ini DPP Golkar kan belum menentukan siapa kandidat yang akan menggunakan Golkar maju di Pilwalkot. Yang saya tahu, Golkar menentukan calon itu berdasarkan hasil survei. Itu parameter utama, bukan jabatan,” terang legislator Sulsel ini.
Yagkin mencontohkan, pada beberapa momentum pilkada, Golkar justru mengusung figur eksternal karena peluang menangnya lebih besar. Seperti Pilkada Kepulauan Selayar pada 2010 silam.

Saat itu Golkar tidak mengusung Ketua DPD II Golkar Selayar Ince Langke.Golkar memilih mengusung calon incumbent Syahrir Wahab yang akhirnya terpilih.“Tidak harus ketua yang diusung di Pilkada Makassar, sama seperti di Selayar,” ujarnya.

Disinggung tentang intensnya melakukan sosialisasi, Yagkin menganggap itu bagian dari kompetisi di Golkar sendiri. “Saya sih saat ini tetap akan bekerja terus dan ini merupakan kompetisi yang dilakukan sesama kader. Pokoknya kita tunggu instruksi partai saja, siapa yang ditunjuk untuk mengunakan Golakr pada Pilwalkot,” tandasnya.
Mendukung SYL sebagai Cagub Golkar di Pilgub juga telah dilakukan Yagkin. Sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPRD Sulsel, diakui sudah mulai bekerja dan menggerakkan mesin politik Golkar. “Apa yang saya lakukan bersama dengan seluruh kader Golkar yang siap maju di Pilwalkot Makassar, nantinya akan berbuah pada sistem kerja kader yang akan siap maju,” harap Yagkin.

Berbeda dengan calon wali kota lainnya, justru Kadir Halid menganggap, saat ini gerakan yang dilakukannya bukan semata bentuk untuk maju di Pilwalkot, akan tetapi gerakan yang dibangunnya merupakan gerakan untuk mengangkat nama Golkar sebagai partai politik yang memiliki kader terbaik. “Saya sih menyerahkan sepenuhnya pada partai saja, yang jelas saya sudah bekerja untuk Golkar dan bukan untuk diri saya sendiri,” jelasnya.

Adapun beberapa bentuk gerakan yang dilakukan adik kandung Nurdin Halid itu berupa melakukan sosialisasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat luas terhadap kesiapannya maju menggunakan Golkar.

Sementara itu, Haris Yasin Limpo menyatakan peluangnya untuk maju di pilkada melalui Golkar terbuka karena hasil survei terhadap kader relatif merata. Tingkat popularitas dan elektabilitas nama-nama yang muncul selama ini tidak jauh berbeda. Kondisi ini membuka peluang bagi kader Golkar yang ingin Maju.

Dijelaskan Haris, dengan hasil survei yang cenderung merata itu, kemenangan akan ditentukan oleh kerja, program, dan soliditas tim pemenangan. Haris yang juga adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini, menyatakan siap maju bersaing di Pilkada yang akan digelar tahun depan. Namun, Haris mengaku, masih menunggu hasil survei sebelum memastikan langkahnya.

Menanggapi perebutan calon wali kota Golkar, pengamat politik UIN,Firdaus Muhammad menilai setiap kader Golkar yang maju seharusnya melalui mekanisme partai. Karena itu, baiknya Golkar mengkaji ulang majunya beberapa kader yang mewacanakan diri maju Pilwalkot.

Jika hal itu tidak dilakukannya, tidak menutup kemungkinan kejadian di kabupaten Takalar akan terulang yang nantinya akan merugikan Golkar sendiri dalam menentukan sikap menunjuk kadernya untuk maju.

“Saya rasa Golkar harus melakukan kajian ulan dan menentukan kader yang siap maju sesuai dengan mekanisme yang ada di internal Golkar,” tandasnya.(RS6/al/E)

Komentar