oleh

Irwan ST, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Wawancara-

Perlu Database dan Pengawasan

RAKYAT SULSEL — PARKIR sudah menjadi kebutuhan pokok kendaraan dan pemiliknya. Meski demikian, terkadang parkir juga membuat jengkel banyak orang. Terbatasnya lahan parkir, menjadi rebutan setiap pengendara. Saling mendahului, saling sikut, bahkan saling senggol sudah menjadi hal yang lumrah. Bahkan, fenomena parkir ini menjadi menarik untuk dieksplorasi ketika bisnis berbicara. Rupiah pun jadi incaran.

Parkir gratisan pun sudah tinggal menjadi angan-angan. Itu karena sulit lagi ditemukan kecuali tempat yang sengaja menyediakan lahan parkir gratis, seperti satu dua toko. Nah, berikut komentar Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Irwan ST terkait kondisi Parkir di Kota Makassar.

+ Bagaimana Anda melihat kondisi parkir di Kota Makassar?

-Kelemahan utama PD Parkir adalah tidak adanya database yang mengalami pemutakhiran secara berkala. Padahal, untuk mengalkulasi rasionalisasi perparkiran, dibutuhkan database tentang potensi-potensi parkir setiap tahun dan berapa realisasinya.
PD Parkir kurang mendetail dalam melakukan pendataan. Tidak menghitung durasi parkir, jumlah rata-rata per jam, per hari, dan per bulan. Sehingga database yang dipakai itu tidak bersifat temporer.
Padahal, untuk menentukan rasionalisasi perpakiran itu kalkulasi perbulan dibutuhkan, guna menakar perubahan yang terjadi. Seperti kota-kota besar lainnya di Tanah Air, pertumbuhan parkir itu berubah setiap waktu, mengikuti jumlah kendaraan dan pertumbuhan area-area bisnis.
+ Jadi seperti apa yang harus dilakukan oleh PD Parkir Makassar Raya?

Di Panakkukang misalnya, dari tahun 2008-2001, pertumbuhan pendapatan parkir hanya naik tipis. Tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan titik parkir dan jumlah kendaraan yang beroperasi secara rutin di kawasan itu.
Mestinya, pendapatan parkir di wilayah Panakkukang tumbuh minimal 100 atau 200 persen. Coba kita lihat secara kasat mata saja, parkir itu tumbuh sangat pesat. Ini memang sulit dihitung secara riil karena database perparkiran tidak diperbarui setiap waktu.
+Terkait regulasi, bagaimana Anda melihatnya?

-Pemerintah Kota Makassar juga lemah dalam hal optimalisasi regulasi terkait fasilitas perparkiran. Banyak potensi-potensi parkir yang tidak dikelola secara profesional. Justru dikuasai secara pribadi oleh jukir-jukir liar.
Ini terjadi karena lemahnya pengawasan. Regulasi juga tidak menyesuaikan dengan kondisi lapangan. Jika melihat tingginya populasi kendaraan beberapa tahun terakhir, Perusahaan Daerah (PD) Parkir, semestinya sudah bisa meraup pendapataan melebihi apa yang dicapai sekarang.
Keberhasilan PD Parkir tidak bisa dilihat dari capaian target setiap tahunnya. Target bisa saja dicapai, tetapi belum tentu itu rasional. Yang perlu dikaji adalah idealkah target-target itu. (*)

Komentar