oleh

Ricuh Tomoni, Polisi Tetapkan 7 Tersangka

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Berita-

RAKYAT SULSEL — Aksi pembakaran rumah di Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Luwu Timur, polisi sudah menetapkan 7 tersangka, dari 13 yang sudah diamankan. Kapolsek Mangkutana, AKP Muh Tandingkepada wartawan, Senin, 14 Mei kemarin, mengatakan, Tandi(28) yang diduga otak pelaku pembakaran yang tak lain saudara kandung korban terbunuh, Dennis, pada kericuhan beberapa waktu lalu, hingga saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
”Dia masuk daftar pencarian orang (DPO),” katanya seperti yang dimuat di palopopos.
Selain Tandi, polisi juga masih mengejar beberapa pelaku yang melarikan diri.

Dari informasi yang diterima dari pihak kepolisian, ketujuh tersangka merupakan kerabat almarhum Denis.
Namun dalam aksi pembakaran tersebut, tidak sempat terjadi kontak fisik.
Sementara itu, puluhan personil kepolisian dari Polres Lutim, Satuan Brimob Baebunta, Polsek Mangkutana, masih terlihat berjaga-jaga di TKP.

Namun demikian, situasi terlihat normal dan tidak ada pergerakan dari kedua suku.
”Alhamdulilah, untuk sementara kondisi berangsur aman. Namun demikian polisi masih tetap waspada dan berjaga-jaga,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang merupakan garda terdepan dalam memfasilitasi kedua suku yang bertikai dengan berhasil mendamaikannya beberapa waktu lalu, sangat menyayangkan terjadinya peristiwa pembakaran rumah tersebut.

Menurut Camat Tomoni Timur, Charles Tangdialla, terjadinya insiden pembakaran yang dilakukan beberapa warga tersebut, merupakan tindakan yang sudah melanggar isi perjanjian perdamaian kedua belah pihak.

Dia menduga, warga sangat mudah terprovokasi dengan pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana.
”Ini memprihatinkan disaat pemerintah telah bersusah payah mendamaikan kedua pihak yang bertikai.,” sesal Tangdialla.

Seperti yang terjadi Minggu, 13 Mei lalu, puluhan orang dari Desa Pattengko dan Desa Rante Mario membakar sebuah rumah milik warga di Desa Kertoraharjo.
Aksi pembakaran rumah tersebut bermotifkan aksi balas dendam.
Aksi balas dendam tersebut, dipicu terbunuhnya salah seorang warga Desa Pattengko bernama Dennis.
Sampai Senin, 14 Mei kemarin, suasana di Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Luwu Timur, kini mulai kondusif.(*)

Komentar