oleh

KPK Ngaku Sudah Lepaskan Direktur Anugrah Nusantara

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Berita-

RAKYAT SULSEL — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sudah melepaskan Direktur PT Anugrah Nusantara, Amin Andoko. Selasa (15/5) malam, Amin dijemput paksa oleh penyidik.

“Yang bersangkutan sudah dipulangkan kemarin,” kata Jurubicara KPK, Johan Budi ketika dihubungi, Kamis (17/5).

Dikatakan Johan, saksi kunci kasus pengadaan PLTS di Kemenakertrans dengan tersangka Neneng Sri Wahyuni itu terpaksa harus diinapkan semalam di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Tapi, akhirnya diizinkan pulang Rabu malam lantaran keterangan yang disampaikannya dinilai sudah cukup.

“Kata penyidik, pemeriksaannya dari Selasa malam langsung lanjut sampai Rabu,” tandas dia sesuai yang termuat di rakyat merdeka online.

Dari informasi yang dihimpun, keterangan direkutur anak perusahaan Permai Group tersebut sangat penting untuk mengungkap kasus dugaan korupsi pengadaan PLTS di Kemenakertrans yang menjerat Neneng. Amin disebut tahu banyak soal proyek-proyek yang ditangani Permai Grup milik suami Neneng, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M.Nazaruddin.

Penyidik KPK terpaksa menjemput paksa Amin karena sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan. Amin mangkir pada pemeriksaan tanggal 3 Mei dan 7 Mei lalu.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pekerjaan Supervisi Pembangkit Listrik (PSPL) di Ditjen P2MKT Kemenakertrans tahun anggaran 2008, Neneng ditetapkan sebagai tersangka.

Neneng diduga telah memperkaya diri dan orang lain dalam proyek senilai Rp8,9 miliar tersebut. Neneng diduga berperan sebagai perantara atau broker proyek dengan memenangkan PT Alfindo Nuratama yang ia pinjam benderanya.

Proyek PLTS lantas disubkontrak kepada beberapa perusahaan lain dengan syarat pembagian fee proyek. Surat putusan terdakwa kasus korupsi proyek PLTS, Timas Ginting menyebutkan bahwa Neneng dan Nazaruddin menikmati uang sebesar Rp 2,7 miliar melalui PT Alfindo.

Neneng yang kini menjadi buronan interpol sempat dikabarkan ikut mendampingi Nazaruddin dalam masa pelarian di Kolombia. Kini ibu beranak tiga tersebut diduga bersembunyi di daerah perbatasan Malaysia.(*)

Komentar