oleh

Kapten Persema anggap PSSI tak adil

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Olahraga-

RAKYAT SULSEL — Kapten tim Persema Bima Sakti menganggap PSSI di bawah naungan Djohar Arifin tidak adil karena ada beberapa pemain Semen Padang yang seharusnya memperkuat Timnas, namun bisa pulang dan memperkuat klubnya.

“Saat menjamu Semen Padang, Persema kehilangan dua pemain pilarnya karena harus memperkuat Timnas. Sementara para pemain Semen Padang yang juga dipanggil Timnas, ternyata masih bisa membela klubnya,” kata Bima Sakti di Malang, Selasa.

Para pemain Semen Padang yang seharusnya membela timnas tersebut adalah Ferdinand Sinaga, Abdul Rahman, Vendry Mofu, Hengki Ardiles, dan Syamsidar (kiper), sedangkan dua pemain Persema yang tetap bertahan di timnas adalah Irfan Bachdim dan Kim Jeffry Kurniawan.

Lebih lanjut Bima mengatakan bahwa pelatih Slave Radovski memang sudah menyiapkan pengganti kedua pemain blasteran tersebut, namun keberadaannya tetap penting bagi tim.

Dengan kondisi tersebut, Bima Sakti menilai jika PSSI memang tidak adil terhadap tim-tim yang berlaga di ajang Liga Primer Indonesia (LPI), termasuk ketidakadilan bagi pemain.

“Jika pemain timnas yang satu bisa memperkuat klubnya ketika bertanding, kenapa pemain lainnya tidak bisa?” ujarnya seperti yang dikutip antaranews.

Menyinggung permainan Semen Padang saat dijamu Laskar Ken Arok, Senin (14/5) Bima mengakui jika permainan anak asuh pelatih caretaker Suhatman Imam itu cukup bagus dan memiliki barisan pertahanan yang sangat solid sehingga sulit ditembus para pemain Persema.

Selain itu, mental rekan-rekannya di Laskar Ken Arok maupun pemain lawan juga masih harus diperbaiki karena mereka belum mampu mengendalikan emosinya dan tidak bisa menerima keputusan wasit dengan lapang dada.

Selama ini, lanjut dia, para pemain terlalu sering, bahkan sedikit-sedikit melakukan protes terhadap keputusan wasit. “Mental pemain kita memang masih perlu diperbaiki agar mampu mengendalikan emosi ketika di lapangan,” ujarnya.

Meski demikian, kata dia, semua itu juga bukan semata-mata kesalahan pemain, melainkan juga kinerja dan keputusan wasit yang sering kali memicu emosi pemain.

“Kami berharap kinerja wasit terus diperbaiki dan ditingkatkan agar lebih berkualitas dan meminimalkan protes maupun emosi pemain,” pungkasnya.

Komentar