oleh

Petar Bela Wasit, Siap Hukum Pemainnya

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Olahraga-

RAKYAT SULSEL — Keputusan wasit Sulistyoko yang memimpin pertandingan PSM kontra Arema, pada lanjutan Indonesian Primera League (IPL), Sabtu (12/5) pekan lalu, dianggap kontroversial. Namun, pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, justru membela wasit bahkan mengancam akan menghukum pemain PSM yang menyentuh wasit yang ikut protes kala pertandingan itu.

Pelatih berpaspor Kroasia ini, menyebutkan, keputusan wasit sudah tepat. Meski mengakui posisinya saat  Andi Oddang terjatuh karaen berbenturan dengan kapten Arema, Hermawan sangat jauh dan kurang jelas.

“Tapi saya sudah lihat rekamannya dan keputusan wasit sudah tepat. Harusnya pemain tidak menyentuh bahkan mendorong wasit saat protes. Saya akan menghukum pemain saya yang melakukan hal itu,” ungkap Petar.

Laga yang dipimpin wasit Sulistyoko itu membuat keputusan kontroversial pada menit ke-87 dengan memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah. Sulistyoko beranggapan Hermawan melanggar Oddang di dalam kotak penalti.

Walau kubu Arema protes karena menganggap pelanggaran itu terjadi satu meter di luar kotak penalti keputusan hukuman tendangan penalti itu tetap diberikan kepada PSM dan saat itu Sulistyoko sudah mengubah keputusannnya. Hadiah tendangan penalti yang dieksekusi Ilija Spasojevic pun berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Petar  menginginkan agar pelatih klub lainnya harusnya mencontoh tindakannya yang memberi hukuman kepada pemain yang menyentuh wasit. Hukuman itu berupa menempatkan pemain bersangkutan duduk di bangku cadangan.

Sementara kubu Arema merasa tidak puas dengan keputusan wasit dan sudah melayangkan surat protesnya secara resmi kepada PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku regulator kompetisi PSSI.

Media Officer Arema, Noor Ramadhan, menyebutkan dalam surat protes resmi itu ada tiga poin, yang tercantumkan. Pertama, meminta investigasi menyeluruh terhadap pertandingan antara PSM Makassar melawan Arema.

Kedua, secepatnya menganulir keputusan-keputusan wasit Sulistyoko yang tidak fair. Ketiga, agar mereka sedapatnya memberikan hak serta keputusan yang benar kepada Arema Indonesia.

Nunun, sapaan akrab Noor Ramadhan mengaku, jika pihaknya paham betul sosok kepemimpinan Sulistyoko, bahkan sebelum pertandingan melawan PSM. “Kami sangat paham cara dia memimpin pertandingan. Berulangkali wasit itu memimpin pertandingan Arema. Hasilnya? Selalu menyisakan kontroversi. Ke depan, kami menolak dipimpin wasit dengan kualitas dan mental seperti itu,” tegas Nunun.

Kepada PSSI, kata dia, terutama Komite Wasit, Arema berharap agar lebih teliti memberikan tugas pada wasit. “Masa tidak bisa menemukan wasit yang bagus dan jujur di negeri ini? Kalau memang tidak ada wasit yang sanggup memimpin pertandingan secara fair, lebih baik menggunakan wasit asing,” tandas Nunun. (RS3/int/AKU)

Komentar