oleh

Jangan Jadikan JK Mainan Politik!

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Berita, HL-

RAKYAT SULSEL — Kemarin, 15 Mei 2012, merupakan hari istimewa bagi Jusuf Kalla atau Pak JK merayakan ulang tahunnya. Hingga kini, pesona Wapres RI ke-10 ini tetap berkilau. Bahkan, untuk urusan politik menjelang Pilgub Sulsel mendatang, JK pun seolah menjadi “jualan” para kandidat.

Sebelumnya, JK pun memilih netral di Pilgub Sulsel. Hal ini karena dia menganggap dua figur yang bakal bersaing, yakni Syahrul Yasin Limpo dan Ilham Arief Sirajuddin, sebagai adiknya.

“Kampanye untuk jadi gubernur adalah kampanye keberhasilan. Kedua kandidat gubernur mendatang adalah sama-sama adik saya. Siapapun yang ingin dipilih rakyat ke depan maka dia harus menunjukkan keberhasilannya terlebih dahulu,” ungkap JK belum lama ini.

Pengamat politik dari UIN, Firdaus Muhammad, mengatakan bahwa pesona seorang JK sebagai tokoh multitalenta dan kebanggaan masyarakat Sulsel, tentunya memiliki nilai jual politik yang tinggi sehingga siapapun berkepentingan kepada JK.

Namun, Firdaus mengharapkan, elite politik terutama kandidat cagub Sulsel menjaga ketokohan JK tanpa melibatkannya dalam arena pilgub. Dia pun tidak setuju jika sosok JK yang dikagumi itu seolah dijadikan mainan politik.

“Pak JK harus diposisikan netral dalam Pilgub menjadi tokoh pemersatu. Tidak tepat jika salah satu kandidat memanfaatkan JK dalam Pilgub sebab justru mereduksi ketokohan JK. Mestinya diposisikan sebagai guru politik bahkan guru bangsa, bukan dijadikan mainan politik jangka pendek,” ujar Firdaus saat dihubungi malam tadi.
Menurutnya, agenda politik masyarakat Sulsel melalui partai politik ke depan idealnya membangun konsensus politik mengusung JK sebagai Capres 2014. “Meskipun usianya tidak muda lagi, namun Pak JK diyakini masih memiliki kemampuan membangun bangsa lebih baik seperti yang telah dibuktikannya selama ini, setidaknya telah memberi keteladanan politik damai,” tambah Firdaus.

Sebelumnya, Cagub Demokrat, Ilham Arief Sirajuddin gencar memberikan dukungannya kepada JK untuk dicalonkan sebagai presiden di 2014. Bahkan, IAS menghadiri hari istimewa JK di kediamannya di Jakarta, kemarin. “Saya dan pengurus Partai Demokrat lainnya di Sulsel akan berjuang habis-
habisan di DPP Demokrat agar Jusuf Kalla diusung sebagai calon presiden,” tegas wali kota Makassar dua periode ini.

Kepemimpinan JK masih diakui hingga saat ini. Buktinya, kata IAS, JK dipercaya memimpin organisasi kemanusiaan PMI. Jabatannya itu pun membutuhkan banyak pemikiran untuk membangun negeri ini. Sehingga jika Kalla didorong kembali untuk maju sebagai Capres RI, IAS mengaku sebagai orang  pertama mendukung putra kelahiran Watampone, Kabupaten Bone tersebut. Survei membuktikan Kalla masih mendapatkan hati di masyarakat dan berpeluang besar memimpin kembali negeri ini.

Di mata IAS, JK hingga hari ini masih mempunyai pesona kepemimpinan yang kuat di mata rakyat. Selain itu, tambah Ilham, JK sudah terbukti kapasitasnya sebagai salah satu pejabat pemerintahan kala mendampingi Presiden SBY sebagai Wapres ataupun saat menjadi menteri. IAS mengaku tidak ada yang salah dalam mencalonkan JK untuk Capres karena potensi diri yang melekat padanyaserta  salah satu aset bangsa terbaik.

“Saya heran dengan nada-nada miring yang menyatakan JK sudah tidak layak menjadi Capres berikutnya. Orang-orang yang menolak keberadaan JK sebagai Capres Partai Demokrat tidak pernah mengerti bagaimana karakter kepemimpinan JK,” paparnya.(RS1/al/E).

Komentar