oleh

IRFAN JAYA, Manajer Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI)

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Wawancara-

Siapapun Bisa Dekat dengan JK

RAKYAT SULSEL — Jusuf Kalla merupakan tokoh masyarakat Sulsel yang masih punya banyak ide cemerlang. Tidak salah jika banyak partai politik yang menggadang-gadang JK sebagai kandidat Presiden RI.
Partai milik Susilo Bambang Yudoyono, Demokrat, disebut-sebut akan mengusulkan nama JK sebagai salah satu calon presiden, meski baru muncul dari Demokrat Sulsel, tetapi itu bisa menjadi langkah awal. Namun, belakangan muncul kalau usulan Demokrat Sulsel untuk mengusung JK hanya untuk “jualan” menjelang Pilgub.
Persepsi ini pun membuat banyak pihak angkat bicara, salah satunya konsultan politik, Irfan Jaya, yang juga manajer strategi pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI). Berikut petikan wawancara wartawan Harian Rakyat Sulsel dengan Irfan Jaya, kemarin.

+ Bagaimana Anda melihat sosok Jusuf Kalla (JK) sebagai calon presiden mendatang?
– Jusuf Kalla punya potensi untuk diusung oleh Partai Golkar karena bagaimana pun juga Jusuf Kalla adalah kader Golkar. Begitu pula partai lain, baik itu Demokrat maupun partai lain. Hal ini disebabkan oleh faktor internal, yakni ketokohan Jusuf Kalla dari popularitasnya saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden masih kuat dan investasi dalam berbagai kegiatan sosialnya pasca pemilihan presiden 2009 lalu.

+ Selain faktor itu, bagaimana Anda melihat elektabiltas JK?
– Saya melihat sisi elektabilitas Jusuf Kalla cukup kuat. Faktor eksternalnya adalah tidak adanya tokoh nasional yang sangat menonjol dari sisi elektabilitas.
Dari berbagai survei nasional yang bisa dipertanggungjawabkan, belum ada tokoh yang memiliki elektabilitas di atas 15 persen kecuali Megawati. Sayangnya nama Jusuf Kalla nyaris tidak pernah dimasukkan dalam pertanyaan kusioner sehingga publik lebih banyak menerka-nerka kekuatan Jusuf Kalla.

+ Tetapi isu pencapresan Jusuf Kalla itu kan hanya ramai dibicarakan di Sulsel, bagaimana kita melihat hal ini?
Itu yang menarik bagi saya, gelombang isu pencapresan Jusuf Kalla memang hanya terjadi di Sulsel. Katakanlah di Jakarta, saya tidak melihat isu sekuat yang ada di Sulsel.

+ Apakah Jusuf Kalla punya peluang untuk dicalonkan oleh partai lain, sebut saja Demokrat?
– Demokrat adalah partai besar. Pemilik kursi terbanyak di DPR RI. Terlepas partai ini memiliki banyak tokoh kontroversial sekelas Nazaruddin atau Angelina Sondakh, namun Demokrat masih memiliki ketua DPR RI Marzuki Ali, Anas Urbaningrum, Ibas, Ani Yudhoyono, dll.
Kalau pun Demokrat tidak memiliki kepercayaan diri untuk menggusung kadernya sendiri, saya kira Hatta Radjasa lebih berpeluang diusung dibandingkan Jusuf Kalla.
Saat ini, parpol cenderung pragmatis. Beberapa parpol tidak lagi mementingkan kekaderan, namun parpol lebih mengedepankan kemenangan kandidat yang diusung.

+ Bagaimana Anda melihat sosok JK yang seolah jadi “jualan” pada pemilihan Gubernur Sulsel?
– Saya melihat itu sah-sah saja, karena Jusuf Kalla itu adalah tokoh masyarakat Sulsel, siapapun bisa dekat dengan beliau. (RS1/D)

Jusuf Kalla merupakan tokoh masyarakat Sulsel yang masih punya banyak ide cemerlang. Tidak salah jika banyak partai politik yang menggadang-gadang JK sebagai kandidat Presiden RI.
Partai milik Susilo Bambang Yudoyono, Demokrat, disebut-sebut akan mengusulkan nama JK sebagai salah satu calon presiden, meski baru muncul dari Demokrat Sulsel, tetapi itu bisa menjadi langkah awal. Namun, belakangan muncul kalau usulan Demokrat Sulsel untuk mengusung JK hanya untuk “jualan” menjelang Pilgub.
Persepsi ini pun membuat banyak pihak angkat bicara, salah satunya konsultan politik, Irfan Jaya, yang juga manajer strategi pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI). Berikut petikan wawancara wartawan Harian Rakyat Sulsel dengan Irfan Jaya, kemarin.

+ Bagaimana Anda melihat sosok Jusuf Kalla (JK) sebagai calon presiden mendatang?
– Jusuf Kalla punya potensi untuk diusung oleh Partai Golkar karena bagaimana pun juga Jusuf Kalla adalah kader Golkar. Begitu pula partai lain, baik itu Demokrat maupun partai lain. Hal ini disebabkan oleh faktor internal, yakni ketokohan Jusuf Kalla dari popularitasnya saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden masih kuat dan investasi dalam berbagai kegiatan sosialnya pasca pemilihan presiden 2009 lalu.

+ Selain faktor itu, bagaimana Anda melihat elektabiltas JK?
– Saya melihat sisi elektabilitas Jusuf Kalla cukup kuat. Faktor eksternalnya adalah tidak adanya tokoh nasional yang sangat menonjol dari sisi elektabilitas.
Dari berbagai survei nasional yang bisa dipertanggungjawabkan, belum ada tokoh yang memiliki elektabilitas di atas 15 persen kecuali Megawati. Sayangnya nama Jusuf Kalla nyaris tidak pernah dimasukkan dalam pertanyaan kusioner sehingga publik lebih banyak menerka-nerka kekuatan Jusuf Kalla.

+ Tetapi isu pencapresan Jusuf Kalla itu kan hanya ramai dibicarakan di Sulsel, bagaimana kita melihat hal ini?
Itu yang menarik bagi saya, gelombang isu pencapresan Jusuf Kalla memang hanya terjadi di Sulsel. Katakanlah di Jakarta, saya tidak melihat isu sekuat yang ada di Sulsel.

+ Apakah Jusuf Kalla punya peluang untuk dicalonkan oleh partai lain, sebut saja Demokrat?
– Demokrat adalah partai besar. Pemilik kursi terbanyak di DPR RI. Terlepas partai ini memiliki banyak tokoh kontroversial sekelas Nazaruddin atau Angelina Sondakh, namun Demokrat masih memiliki ketua DPR RI Marzuki Ali, Anas Urbaningrum, Ibas, Ani Yudhoyono, dll.
Kalau pun Demokrat tidak memiliki kepercayaan diri untuk menggusung kadernya sendiri, saya kira Hatta Radjasa lebih berpeluang diusung dibandingkan Jusuf Kalla.
Saat ini, parpol cenderung pragmatis. Beberapa parpol tidak lagi mementingkan kekaderan, namun parpol lebih mengedepankan kemenangan kandidat yang diusung.

+ Bagaimana Anda melihat sosok JK yang seolah jadi “jualan” pada pemilihan Gubernur Sulsel?
– Saya melihat itu sah-sah saja, karena Jusuf Kalla itu adalah tokoh masyarakat Sulsel, siapapun bisa dekat dengan beliau. (RS1/D)

Komentar