oleh

Antisipasi Massa “Siluman”, 300 Personel Polisi Jaga Perbatasan

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Daerah-

Persiapan Pengamanan Pilgub dan Pilwalkot Pare-pare

Apel Siaga. Aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Kota Pare-pare, akan menurunkan 300 personel dibantu satu peleton dari TNI, Brimob dan Petugas Damkar, untuk melakukan pengamanan menjelang Pilgub dan Pilkada mendatang. (Sumber foto: Ilustrasi/Int)

RAKYAT SULSEL — Sedikitnya 300 personel Kepolisian dibantu satu Peleton dari TNI, Brimob dan Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, akan disiapkan untuk menghadapi kemungkinan adanya mobilisasi massa “Massa Siluman” dari daerah lain, yang akan masuk ke Kota Pare-pare.
Penjagaan daerah perbatasan kota ini sudah dilakukan dalam simulasi yang digelar dihalaman halaman Kantor Polresta Pare-pare, Selasa (15/5) kemarin, pengamanan yang dilakukan pihak Kepolisian ini, juga menyangkut soal antisipasi adanya aksi-aksi Demo dan konsentrasi massa di wilayah perbatasan dalam menghadapi kemungkinan sengketa dalam proses pemilihan.
Kepala Kepolisan Polres Kota (Polresta) Parepare Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Prayitno SH.S.Ik. terlihat hadir menyaksikan langsung persiapan kegiatan simulasi yang dipraktekkan di depan Kantor Polresta Parepare.
Melaui Kepala BagianOperasional (Kabag Ops) Polresta Parepare Komisaris Polisi (Kompol) Gany Alamsyah Hatta SH.SIk. mengatakan, pelatihan simulai ini dilakukan sebagai persiapan untuk pelaksanaan simulai keamanan proses pemilihan Gubernur dan Kepala daerah kedepan.
“Dengan simulasi ini, diharapkan pihak keamanan khususnya Kepolisian memiliki bekal dalam menghadapi kemungkinan adanya konsentrasi massa dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu nantinya,” terang mantan Kasat Reskrim Polresta Parepare ini.
Lanjutan kegiatan simulasi ini akan dilakukan hari ini di masing-masing wilayah perbatasan, Kantor Komisi Pemilihan Umum dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare.
“Besok (hari ini. Red) kita akan melakukan simulasi seharian, simulasi akan dilaklukan di lima titik daerah yang dinilai rawan, antaranya, di 3 titik perbatasan kota, Kantor KPU dan Kantor DPRD Kota Parepare.
“Perbatasan kota dijaga, mengingat kemungkinan adanya massa yang masuk dari daerah lain ke kota Parepare, sementara KPU dijaga untuk mengamankan kotak suara dan DPRD sebagai akhir luapan bentuk protes aspirasi,” pungkas Gany. (K2)

Komentar