oleh

Subhan Aksa Gandeng Navigator Asing

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Olahraga-
Subhan Aksa

RAKYAT SULSEL — Subhan Aksa sudah melakukan persiapan serius untuk menghadapi Reli Acropolis di Yunani. Mengingat beratnya medan, Subhan akan memakai jasa navigator khusus untuk seri ini.
Reli Acropolis merupakan seri keenam WRC dan seri keempat Production WRC (PWRC). Seri ini akan dihelat pada 24-27 Mei mendatang dan berlokasi di sekitar Loutraki atau 84 km di sebelah barat Athena.
Reli ini dikenal sebagai salah satu seri terberat karena cuacanya yang tak ramah dan debu bergulung-gulung sepanjang 22 Special Stage (SS) dengan total jarak 410 km. Oleh karena itu, untuk bisa menuntaskan reli yang dijuluki The Rally of Gods ini, dibutuhkan fisik yang prima dan mental baja.
Subhan sendiri tak terlalu mengkhawatirkan cuaca terik di Yunani karena dia rutin menjaga kebugaran tubuhnya sepulang dari Argentina. Namun, karena rumitnya trek Acropolis, dia merasa perlu mencari navigator baru.
Subhan akhirnya memilih navigator senior asal Selandia Baru, Jeff Judd. Dengan pengalamannya sebagai driver maupun navigator sejak 1981, Jeff dianggap sebagai partner ideal karena dia sudah punya pacenote Acropolis. “Kita sudah bahas banyak hal dengan Jeff dan saya merasa cocok. Tinggal nanti menyusun strategi komunikasi di saat melintasi SS (special stage) agar tak ada kesalahpahaman. Kami akan bikin kode-kode komunikasi tersendiri,” kata Subhan dalam rilis yang diterima detikSport.
Soal target, Subhan tak mau sekadar seperti di Argentina lalu. Ia ingin mengejar ketertinggalan poin dari peserta lain yang telah mengikuti tiga seri lomba sementara ia sendiri baru memulainya di Argentina. “Saya sih inginnya mengejar yang nomor satu. Kita coba setahap demi setahap, paling tidak di Acropolis bisa naik di klasemen sementara. Alhamdulillah jika Yang Di Atas memberi kepercayaan finis podium,” ujar pereli 25 tahun ini.
Subhan, yang akan berangkat ke Athena pada 18 Mei nanti, merasa adaptasinya dengan mobil Mitsubishi Lancer Evo X yang dipasok Racetorque Australia sudah sangat baik. Dia mengaku sudah paham karakter mobil dan tak lagi meraba-raba seperti saat di Argentina.
“Dengan pereli lain pun kita sudah saling tahu dan bisa membaca peluang masing-masing. Sepertinya Acropolis menjadi ajang lomba sesungguhnya karena sebagian peserta PWRC baru memulai kompetisi dari seri Argentina,” tuturnya. (dtc)

Komentar