oleh

Mahasiswa atau Geng Motor?

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Berita, HL-

Rusak PTTUN dan Gedung Wakil Rakyat

RAKYAT SULSEL — PERILAKU tak terpuji kembali mencoreng mahasiswa Makassar. Beberapa oknum mahasiswa yang katanya berasal dari tiga universitas swasta, UMI, UIT, dan 45, Senin (14/5) kemarin secara sporadis mendatangi tiga tempat, Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) danGedung DPRD Sulsel.
Oknum ini mengendarai sepeda motor. Tempat pertama yang mereka datangi adalah Kantor BPN yang terletak di Jl AP Pettarani. Di sini mereka menggelar orasi dan memacetkan lalu lintas. Tak berselang lama, mereka kemudian melanjutkan tujuan ‘teror’nya ke PTTUN Makassar yang bersebelahan dengan Kantor Polresta Makassar Timur. Di tempat ini para demonstran mulai bertindak anarkis melakukan pengrusakan.

”Mereka langsung merusak, melempari jendela kantor, memecahkan puluhan pot bunga, mereka juga merusak 2 unit mobil jenis Toyota,” ucap Zainuddin, saksi mata yang juga pegawai PTTUN.

Bahkan para pendemo tidak tanggung tanggung melakukan aksi kekerasan bila aksinya dihalangi “ Teman saya mencoba melarang mereka tapi dia langsung memukul teman saya, pas saya tegur dan coba lerai, dia juga langsung memukul saya,” kesalnya.

Para pendemo sempat berkeliling di sekitar kantor tersebut untuk mencari Ketua PTTUN, Ismail Baturante SH MH. “Untungnya ketua telah kami amankan terlebih dahulu di Mushollah saat mengetahui kedangan mahasiswa ini,” ungkap Zainuddin.

Tak puas dengan aksinya, para pendemo kemudian melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD Sulsel. Di gedung wakil rakyat ini, lagi-lagi, mereka melakukan aksi pengrusakan di ruangan Komisi A. Mereka mengobrak-abrik isi ruangan, merusak beberapa fasilitas kantor dan memecahkan kaca ruangan. “Untungnya gedung rakyat ini jadi tanggungan asuransi,” ujar Sekertaris DPRD Sulsel, Abdul Kadir Marsalih sambil menkasir kerugian mencapai Rp50 juta.

Mendapat laporan, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waloyo langsung melakukan peninjauan ke lokasi kejadian. “Kita meminta pelakunya ditangkap secepatnya, karena ini sudah tindakan kriminal, pengerusakan yang dapat dikenakan pasal 170,” tegas kapolda.

Polisi pun langsung bergerak cepat mengikuti atasannya. Aksi lanjutan yang direncanakan para demonstran ke Kantor Advokat Welly Cs langsung diantisipasi polisi.

Akibat insiden ini, polisi mengamankan 28 mahasiswa, dua diantaranya terluka dan dilarikan ke rumah sakit. “Ada 28 mahasiswa yang kami amankan, beserta sejumlah senjata yang menjadibarang bukti. Mereka kami tangkap di Jalan Pattimura,” kata Kabag Ops Polrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait. Pihaknya juga mengamankan barang bukti  berupa; 17 sepeda motor, badik, amunisi peluru, parang, busur dan keris.

Untuk sementara status 28 mahasiswa ini, belum ditetapkan kepolisian karena masih harus menjalani pemeriksaan. Polisi juga akan mendalami peran masing-masing pelaku. Untuk menguatkan pengusutan, polisi sudah menyita pernyataan sikap pengunjukrasa yang mengatasnamakan diri Mahasiswa Jihad Demi Kebenaran.

Dalam pernyataan sikap itu tercantum 12 nama diantaranya 11 Koordinator Aksi dan seorang Jenderal Lapangan. Adapun 11 Koordinator Aksi yakniJusrianto (Gerakan Mahasiswa UIT), Rahmat (Universitas 45), Taufik(Unismuh), Anwar (BEM Fakultas Dakwah UIN), Amar (BEM Fakultas Teknik UIN),Achil (BEM Fakultas Ekonomi UMI), Moteng (KMP Unismuh), Wahyu (HPMM) Komisariat (UNM), Armin (Formasi Maspul), Yunus (KJMN) dan Dyan (GalakSulsel). Mereka dipimpin oleh Jenderal Lapangan bernama Hasri Jack.

Ketua DPRD Sulsel HM Roem mengutuk keras aksi anarkis ini.”Ini bukan mahasiswa lagi yang melakukan aksi pengerusakan, dan artinya mahasiswa saat ini sudah berperilaku anarkis. Ini harus diusut,” lugasnya.(RS6-RS8/al/E)

Komentar