oleh

Judoka Gagal ke Olimpiade

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Olahraga-
Salah satu kejuaraan Judoka yang diikuti Indonesia. Judoka Indonesia gagal lolos kualifikasi Olimpiade.

RAKYAT SULSEL — Judoka Indonesia, Putu Adesta Wiradamungga, gagal lolos kualifikasi Olimpiade setelah tidak masuk delapan besar dalam turnamen kualifikasi Olimpiade yang digelar pada 28-29 April lalu di Uzbekistan. “Hanya delapan besar yang berhak  bertanding memperebutkan juara 1, 2, dan 3. Putu pada ronde pertama kalah dari judoka Iran,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI), Sadik Al Ghadri, kemarin.
Menurut dia, peraih gelar juara 1, 2, dan 3 dalam turnamen kualifikasi tersebut belum tentu langsung bisa bertanding di Olimpiade London. “Nanti secara peringkat poin dari juara 1,2,3 akan dibandingkan lagi baik dengan sesama judoka zona Asia untuk melihat peringkat lolos Olimpiade. Kemudian poin mereka dibandingkan lagi dengan judoka dari zona lain,” katanya.
Peringkat Putu dalam turnamen kualifikasi Olimpiade Asia tersebut belum bisa dipastikan karena masih menunggu pengumuman dari pihak penyelenggara. Tapi yang jelas Putu berada di luar delapan besar. Kemungkinan, kata Al Ghadri, Putu berada di antara peringkat 10-15.
Dengan kegagalan ini jumlah atlet Indonesia yang dipastikan sudah lolos Olimpiade sejauh ini mencapai 17. Atlet yang lolos adalah satu atlet panahan, enam atlet angkat besi, satu atlet anggar, dan sembilan atlet bulu tangkis.
Penyebab kekalahan Putu dalam babak yang terbilang masih awal adalah secara standar kualitas judoka Indonesia masih di bawah judoka dari Asia Timur seperti Korea Selatan, Jepang, dan Asia Tengah seperti Uzbekistan atau Kazakhstan. “Sebenarnya kalau di Asia Tenggara sendiri tidak terlalu tertinggal, tapi kalau dibandingkan dengan Asia Timur atau Asia Tengah memang ketinggalan,” tuturnya.
Persatuan Judo berjanji meningkatkan kualitas judoka Indonesia agar mampu bersaing dengan para pejudo Asia Timur atau Asia Tengah. Salah satunya Indonesia harus aktif turut serta dalam kejuaraan internasional di tingkat Asia. “Tidak harus turut serta di Eropa karena mahal dan belum tentu kita bisa berprestasi, setidaknya kami ikut kejuaraan tingkat Asia. Minimal setahun 3-5 kali,” katanya. Selama ini para pejudo Indonesia jarang turut serta dalam kejuaraan Asia karena terkendala masalah dana.
Setelah gagal lolos Olimpiade, fokus Persatuan Judo adalah mempersiapkan Putu untuk pelatnas SEA Games 2013. “Pelatnas SEA Games harus dimulai secepatnya kami juga akan bekerja sama dengan Satlak Prima,” tuturnya. (tmp)

Komentar