oleh

Dewie Yasin Limpo Intan Permata Timur Indonesia

Editor : Rakyat Sulsel.Com-Berita-

RAKYAT SULSEL — DI Indonesia timur, bukan hanya ayam jantannya yang hebat tapi ‘betinanya’ juga. Setidaknya, itulah yang dialamatkan kepada Dewie Yasin Limpo. Bahkan, tidak berlebihan, jika  Kegigihan beliau dan sikap bekerja cepat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat diapresiasi oleh beberapa pihak dengan pemberian gelar ‘Intan Permata Timur Indonesia’.

Sayang, di tengah karier politiknya nan cemerlang, politisi Hanura disebut-sebut terseret kasus di kasus Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, karena kepribadian kuat dan jiwa kepimpinannya, Dewie mampu melewati semuanya.

Dewie tidak pernah tenang melihat kemiskinan di Kota Makassar. Dalam setiap kesempatan, dia selalu mengungkapkan tekadnya ingin melakukan pembenahan dan perubahan di Kota Makassar menuju masyarakat sejahtera, beriman, berilmu dan berbudaya dan memperjuangkan kaum perempuan.

“Perempuan tidak selamanya di bawah. Perempuan juga harus bisa menjadi pemimpin dan berada di atas,” ujarnya saat ditemui Rakyat Sulsel di warung Sija Boulevard, Sabtu (12/5) lalu.

Perempuan kelahiran Makassar, 11 Agustus 1959 ini juga menganggap, dunia politik merupakan dunia yang sangat menantang, dan poenuh dengan dinamika, makanya sejak dia bergelut dalam dunia politik, dirinya sudah mewanti-wanti agar menjadikan kaum wanita sebagai ujung tombak dalam perpolitikan.

Memang diakuinya, selama ini kaum wanita sering dimarjinalkan, khususnya sering kali mendapat perlakukan kasar dan semena-mena, tingkat kejahatan terhadap wanita terus meningkat. “Nah inilah yang nantinya akan saya bawa dalam visi dan misi saya menjadi bagian dari dinamika politik,” ulasnya.

Yang jelas, kata Deiwe, perempuan siap maju pada Pilwalkot Makassar 2013. “Ini merupakan momen untuk menunjukkan bahwa kaum Hawa juga dapat menjadi seorang pemimpin yang akan membawa sebuah makna,”tandasnya.

Bukan cuma itu saja, dia juga mengangap, pemikiran yang ada di luar sana tentang perempuan belum pantas menjadi politik itu salah, pasalnya dalam undang-undang Pemilu saja, menempatkan posisi wanita menjadi bagian dalam dunia perpolitikan. “Nah, inilah yang harus dilakukan demi mengubah imej masyarakat terhadap peran wanita dalam dunia politik,” terangnya.

Dewie dikenal  sebagai politisi perempuan handal di Sulsel. Keberhasilannya berbisnis dan gigih memperjuangkan hak rakyat dalam berpolitik merupakan modal dasar baginya untuk menjadi pemimpin di Kota Makassar. Dia pernah menjadi ketua Partai Hanura sulsel. Beberapa organisasi kemasyarakatan dan pemuda yang pernah dipimpin beliau seperti FKPPI Sulsel, Wanita Kosgoro, AMPI Sulsel, Pemuda Pancasila, Pemuda Panca Marga Sulsel. (RS6/al/E)

Komentar